Langkah kaki Long Yuan dan Mei bergema cepat di atas jalanan batu menuju gerbang utama Kekaisaran Jin. Udara pagi yang seharusnya segar kini terasa berat dan menyesakkan. Di kejauhan, sebuah tandu megah dengan ukiran naga dan awan, khas gaya arsitektur Zhang berdiri diam di tengah jalan, dikelilingi oleh para prajurit Jin yang berjaga dengan tombak terhunus. Tidak ada pengantar, tidak ada utusan; tandu itu seolah ditinggalkan begitu saja seperti sebuah monumen kematian. "Yuan, perasaanku tidak enak," bisik Mei, jemarinya meremas kain jubahnya sendiri. Jantungnya berdegup kencang, sebuah firasat buruk mencengkeram dadanya hingga ia sulit bernapas. Yuan tidak menjawab, namun ia mempercepat langkahnya. Tangannya tetap berada di hulu pedang Naga Hitam. Begitu mereka sampai di hadapan tandu itu, Yuan memberikan isyarat agar para prajurit mundur. Dengan gerakan tegas namun waspada, Yuan menyibakkan tirai sutra tebal yang menutupi pintu tandu. Sret! "Mei, jangan melihat!" teriak Yuan, na
Terakhir Diperbarui : 2026-03-08 Baca selengkapnya