Malam di Paviliun Naga terasa begitu sunyi, namun di dalam kamar pribadi sang Jenderal, ketegangan yang berbeda tengah menyelimuti atmosfer. Lilin-lilin aromaterapi yang dinyalakan oleh pelayan menebarkan wangi cendana yang menenangkan, namun tidak bagi Long Yuan. Lelaki itu duduk di tepi ranjang besar mereka, memperhatikan Shu Mei yang sedang sibuk menyiapkan kantong kulit berisi peralatan medis, tali tambang, dan beberapa botol kecil bubuk herbal untuk perjalanannya esok pagi. Yuan berdeham, memecah keheningan yang menyesakkan dadanya. "Mei, apa kau benar-benar yakin akan melakukan ini?" Mei tidak menoleh, jemarinya lincah mengikat simpul pada tas pinggangnya. "Aku sudah mengatakannya berulang kali, Yuan. Ini adalah satu-satunya cara agar Ibunda kembali percaya padaku." "Tebing Kematian bukan tempat untuk bermain-main," sergah Yuan, ia berdiri dan menghampiri istrinya, memegang bahu kecil itu agar menghadap ke arahnya. "Bagaimana jika kita abaikan saja permintaan Ibunda? Aku bisa
Last Updated : 2026-02-24 Read more