Malam itu, Paviliun Naga terasa lebih sunyi dari biasanya, namun bagi Shu Mei, kesunyian itu justru memekakkan telinga. Setelah Lin keluar dari kamar dengan senyum penuh kemenangan yang tersembunyi, Mei jatuh terduduk di tepi ranjang. Tangannya masih gemetar hebat, dan kantong berisi daun Labah Merah itu kini ia sembunyikan di dalam lipatan terdalam kotak obat rahasianya. Ia menatap pintu kamar yang tertutup rapat. Di baliknya, Lin mungkin sedang berdiri berjaga, atau mungkin sedang menyiapkan teh pagi yang kini Mei sadari adalah media penyalur maut bagi suaminya. Pikiran Mei berkecamuk. Ia harus menetralkan racun di tubuh Long Yuan, tetapi ia harus melakukannya tanpa memancing kecurigaan Lin, dan yang lebih sulit lagi, tanpa memancing kecurigaan Yuan sendiri. Tak lama kemudian, pintu terbuka. Yuan masuk dengan langkah berat. Zirah perangnya sudah dilepaskan, menyisakan jubah tidur hitam yang kontras dengan wajahnya yang pucat karena kelelahan dan pengaruh racun yang mulai bekerja.
Terakhir Diperbarui : 2026-03-16 Baca selengkapnya