Matahari pagi di Kekaisaran Jin tidak sehangat di Shu. Udara pegunungan yang tajam menusuk kulit saat Shu Mei melangkah keluar dari paviliun utama. Sesuai perintah Long Yuan, ia dipindahkan. Bukan ke kamar selir, melainkan ke sebuah paviliun terbengkalai di ujung taman istana yang nyaris runtuh. Para pelayan istana menatapnya dengan pandangan merendahkan, berbisik tentang Putri Buangan yang tidak diinginkan oleh suaminya sendiri. Namun, saat Mei menginjakkan kaki di paviliun tua itu, matanya justru berbinar. Bangunan itu memang kusam, tetapi lokasinya berbatasan langsung dengan hutan kecil dan taman yang ditumbuhi semak liar. Bagi orang awam, itu hanyalah rumput pengganggu. Namun bagi Mei, itu adalah harta karun. "Letakkan barang-berangku di sana," perintah Mei lembut kepada dua pelayan yang membawakan peti kayunya. Selama beberapa hari berikutnya, Mei tidak berperilaku seperti seorang permaisuri. Ia menanggalkan gaun suteranya, menggantinya dengan pakaian linen sederhana, dan m
Terakhir Diperbarui : 2025-12-22 Baca selengkapnya