Selama sepekan terakhir, Paviliun Naga terasa sepi dan dingin. Kursi kebesaran Long Yuan di ruang makan selalu kosong, dan sisi ranjang yang biasanya hangat oleh kehadirannya kini terasa hampa bagi Shu Mei. Setiap malam, Yuan baru kembali saat fajar hampir menyingsing, dengan aroma keringat, debu, dan karat besi yang melekat kuat pada pakaiannya. Lelaki itu akan langsung mandi dan tidur sejenak, lalu pergi lagi sebelum Mei sempat menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Mei, yang kini memegang jabatan sebagai Tabib Kepala, mencoba menyibukkan diri dengan merawat Lin. Namun, firasatnya tidak bisa dibohongi. Suasana istana berubah, pergerakan logistik makanan yang meningkat pesat, pengiriman kuda-kuda perang baru ke istal, dan wajah para menteri yang tampak tegang adalah pertanda yang sudah sangat akrab baginya. "Putri, Jenderal sepertinya sangat kelelahan," bisik Lin saat Mei sedang mengganti perban di lengannya. "Aku melihat beliau tadi pagi, wajahnya sangat kaku. Mungkin ada baiknya
Terakhir Diperbarui : 2026-03-10 Baca selengkapnya