Uap air hangat yang mengepul di ruang pemandian itu kini terasa semakin mencekam, memerangkap Long Yuan dan Shu Mei dalam sebuah ketegangan yang lebih panas dari suhu air di sekitar mereka. Tangan Yuan masih tertahan di wajah Mei, sementara mata gelapnya mengunci setiap gerakan kecil dari manik mata wanita di hadapannya. "Aku menunggumu mengaku, Mei," desis Yuan, suaranya parau, memberikan getaran yang membuat bulu kuduk Mei meremang. Mei mencoba menegakkan kepalanya, meskipun napasnya mulai tidak teratur. "Kekecewaanmu akan sangat besar, Long Yuan. Karena aku... aku tidak menyukai setiap sentuhanmu. Kau hanyalah pria kasar yang memaksakan kehendak," ucap Mei dengan nada yang sengaja dibuat angkuh, meskipun di dalam air, kakinya sudah mulai gemetar. Jawaban itu alih-alih membuat Yuan mundur, justru memicu ambisi liar di dalam dadanya. Sebuah seringai tipis muncul di sudut bibir sang Jenderal. "Oh, benarkah?" Tanpa peringatan, Yuan merapatkan tubuhnya, menekan Mei ke dinding marmer
Terakhir Diperbarui : 2026-02-05 Baca selengkapnya