"Yu... maksudku Jenderal. Ini.. ini.." Mei terperangkap antara keinginan untuk memukul pria itu atau melarikan diri dari tatapannya yang semakin dalam. Di bawah cahaya rembulan yang masuk lewat celah jendela, ia menyadari satu hal. malam ini baru saja dimulai, dan meskipun ia memegang obat, Yuan-lah yang memegang kendali atas debaran jantungnya. Di bawah temaram cahaya lilin yang mulai meleleh, suasana di dalam paviliun Long Yuan terasa semakin berat oleh ketegangan yang tak kasat mata. Shu Mei mencoba mengatur napasnya, tangannya yang gemetar menutup botol ramuan obat dengan gerakan yang sengaja diperlambat. "Aku tidak pernah kecewa jika kau tidak menyentuhku malam ini, Jenderal," ucap Mei dengan nada yang berusaha terdengar acuh tak acuh, meski wajahnya masih semerah buah delima. "Bagiku, semakin cepat tugas ini selesai, semakin cepat aku bisa kembali ke kamarku dan menjauh dari pikiran kotor milikmu itu." Mei hendak berdiri dan merapikan pakaiannya, namun ia meremehkan kecep
Last Updated : 2026-02-02 Read more