Share

Bab 45 Gimmick

Penulis: Secret juju
last update Tanggal publikasi: 2026-01-06 08:41:26

Winter dan Greyson berpisah tepat setelah pintu lift terbuka. Tanpa saling menoleh, tanpa isyarat apa pun, mereka kembali menjadi dua orang asing di ruang publik. Greyson melangkah ke arah yang berlawanan, wajahnya kembali dingin dan profesional.

Winter berjalan lurus, langkahnya cepat, menahan sisa emosi yang belum sepenuhnya reda. Begitu pintu mobil tertutup, Winter menghembuskan napas panjang. Tangannya masih terasa hangat, bekas genggaman Greyson yang singkat tapi tegas. Ia menyalakan mesi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 110 Merindukanmu

    Waktu berjalan lebih cepat dari yang Winter kira.Musim berganti, tahun berganti, dan kehidupan Winter perlahan bergerak ke arah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia benar-benar meninggalkan dunia hiburan.Kini Winter tinggal di Paris. Siang harinya ia bekerja sebagai asisten desainer di sebuah studio mode yang diperkenalkan Natasha. Setelah jam kerja berakhir, ia kembali menjadi mahasiswi, melanjutkan pendidikan desain yang dulu terpaksa ia tinggalkan.Mimpi masa remaja yang pernah ia kubur dalam-dalam demi membantu keluarganya akhirnya perlahan ia hidupkan kembali.Hari-harinya sibuk. Ada hari ketika ia harus berangkat sebelum matahari terbit dan pulang saat langit sudah gelap. Belajar, bekerja, mengerjakan tugas, menghadiri presentasi, dan sesekali begadang demi menyelesaikan desain yang harus dikumpulkan keesokan harinya.Melelahkan, tetapi Winter menyukainya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, hidupnya terasa sederhana.Siang itu Winter duduk bersama Natasha di s

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 109 Surat Cerai

    Selama ini ia selalu menganggap melindungi seseorang berarti menanggung semuanya sendirian. Winter membuka map coklat yang sejak tadi ia bawa. Mengeluarkan lembar dokumen dari dalamnya, lalu meletakkannya di atas meja di antara mereka.Surat perceraian."Aku sudah menandatanganinya," ucap Winter. Suaranya terdengar tenang, "Kau hanya perlu menandatangani bagianmu."Tatapan Greyson turun ke dokumen itu. Ia tidak langsung menyentuhnya.Winter melanjutkan sebelum keberaniannya runtuh."Semuanya sudah selesai, Greyson." Ia menarik napas pendek. "Pernikahan ini terjadi karena aku membutuhkannya. Untuk melindungi diriku dan mempertahankan karirku."Ia mengangkat pandangan, berusaha menatap Greyson tanpa ragu."Sekarang aku tidak membutuhkannya lagi. Jadi tidak ada alasan untuk melanjutkan pernikahan ini."Greyson masih berdiri di tempatnya. Tatapannya tidak lagi tertuju pada surat perceraian, melainkan pada Winter. Berusaha menemukan sesuatu yang selama ini luput ia lihat."Winter..." Suar

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 108 Keputusan Sepihak

    Beberapa wartawan langsung bergerak. Kilatan kamera kembali memenuhi ruangan.Winter menundukkan pandangannya sejenak sebelum melanjutkan."Saya meminta maaf karena selama ini memilih menyembunyikan fakta tersebut dari publik."Jemarinya saling menggenggam semakin erat."Saya juga meminta maaf kepada pihak agensi, rekan kerja, penggemar, dan semua pihak yang merasa kecewa."Ia berhenti beberapa detik."Ada satu hal yang ingin saya tegaskan.""Greyson tidak melakukan kesalahan apa pun."Ruangan kembali riuh."Keputusan yang kami ambil saat itu terjadi karena dorongan dari saya. Jika ada pihak yang harus disalahkan atas situasi ini, maka orang tersebut adalah saya."Beberapa wartawan saling bertukar pandang.Winter menelan ludah sebelum melanjutkan."Saya tahu banyak spekulasi yang beredar. Tentang karir saya. Tentang proyek-proyek yang mempertemukan saya dengan Greyson. Tentang tuduhan bahwa saya memanfaatkan kedekatan kami demi mendapatkan keuntungan."Ada jeda singkat."Saya tidak bi

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 107 Anak Emas

    Winter dan Greyson sudah berada di ruang kerja Pak Han.Winter duduk tegak di kursinya dengan kedua tangan bertaut di atas pangkuan. Sementara di sampingnya, Greyson terlihat jauh lebih tenang. Ia bersandar ringan di kursi, seolah rapat pagi ini hanyalah pertemuan biasa.Pak Han yang semula duduk di balik meja kerjanya perlahan berdiri. Ia berjalan mengitari meja sebelum berhenti tepat di depan mereka."Bisa jelaskan kenapa rumor seperti ini bisa muncul?" tanyanya."Itu bukan rumor," jawab Greyson.Winter refleks menoleh ke arahnya.Greyson menatap Pak Han tanpa menghindari kontak mata sedikit pun."Itu fakta."Pak Han mengusap wajahnya perlahan."Yang mana?" tanyanya. "Tentang pernikahan kalian?"Greyson tidak menjawab. Namun diamnya sudah cukup menjadi jawaban."Greyson..." Ia menggeleng pelan. "Bagaimana kau bisa menyembunyikan fakta sebesar ini dariku?" Nada suaranya meninggi."Bagaimana kau bisa mengambil keputusan sebesar itu tanpa membicarakannya denganku terlebih dahulu?""Aku

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 106 Dering Ponsel

    "Winter, bangun. Kau harus lihat ini."Suara Serena terdengar tergesa-gesa. Ia mengguncang pelan bahu Winter yang masih terlelap di atas ranjang.Winter mengerang pelan, menarik selimut hingga menutupi wajahnya. "Serena, masih pagi.""Baca ini dulu."Tanpa memberi kesempatan Winter kembali tidur, Serena menyodorkan tablet ke depan wajahnya.Dengan mata yang masih setengah terbuka, Winter menerima tablet itu. Kantuknya lenyap seketika. Matanya membelalak. Ia langsung terduduk.Di layar terpampang foto dirinya bersama Greyson saat keluar dari rumah sakit jiwa beberapa hari lalu."Greyson Hale Diam-diam Menikah?"Headline itu memenuhi halaman utama portal berita.Winter menggeser layar dengan cepat.Satu berita disusul berita lain.Foto-foto mereka di rumah sakit jiwa menjadi bahan spekulasi. Tidak berhenti sampai di sana, identitas mereka sebagai pasangan suami istri juga ikut terbongkar. Entah bagaimana, media berhasil menemukan data yang mencantumkan nama Greyson dan Winter dalam penc

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 105 Skandal di Pagi Hari

    Beberapa hari kemudian, Greyson dan Winter kembali mengunjungi Sandra di rumah sakit jiwa.Kali ini mereka tidak berada di dalam ruang perawatan, melainkan di taman rumah sakit. Udara sore terasa sejuk. Beberapa pasien berjalan santai bersama perawat, sementara yang lain duduk menikmati sinar matahari di bangku-bangku taman. Suasananya tenang, jauh dari kesan menyeramkan yang sering dibayangkan orang tentang rumah sakit jiwa.Sandra duduk di bangku panjang dengan boneka capybara yang kini hanya dipangkunya, tidak lagi dipeluk erat seperti sebelumnya. Di sisi kanannya duduk Greyson, sedangkan Winter berada di sisi kirinya.Tidak banyak percakapan di antara mereka. Keheningan yang tercipta justru terasa lebih nyaman dibanding kunjungan-kunjungan sebelumnya.Perubahan Sandra memang belum besar, tetapi cukup terlihat. Tatapannya tidak lagi terus-menerus kosong. Sesekali ia memperhatikan orang-orang yang berlalu di hadapannya, lalu mengalihkan pandangan ke pepohonan yang bergoyang pelan te

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 33 Menahan Diri

    Pintu suite terbuka pelan saat Winter baru saja keluar dari kamar mandi. Uap hangat masih tertinggal di udara. Ia mengenakan bathrobe putih hotel, handuk melilit rambutnya yang masih basah. Langkahnya ringan menuju sofa, berniat mengambil ponsel yang ia tinggalkan tadi.Suara pintu tertutup membuat

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 31 Detak yang Nyata

    Mata Maia berbinar, nyaris tanpa ia sembunyikan. Senyum tipis mengembang di bibirnya. Tidak ada kemarahan, tidak ada keberatan. Hanya perhitungan yang selesai dalam hitungan detik.“Baik,” ucapnya singkat. “Kalau begitu, kita sepakat.”Greyson bangkit dari kursinya, menutup pertemuan itu tanpa terg

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 28 Mengenal Lebih Dekat

    Winter terbangun lebih siang dari biasanya. Jadwal syuting sudah mulai berjalan, tetapi hari ini ia tidak memiliki adegan. Perannya tidak banyak—hanya pemeran pendukung female lead—jadi ia tidak perlu terburu-buru.Ia keluar dari kamar dengan rambut masih berantakan, meregangkan tubuh sambil berjal

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 20 Syarat

    Mike mengangkat alis. “Sekarang?”“Iya.”Beberapa detik hening menyusul. Mike tidak langsung bertanya lebih jauh. Ia hanya membelokkan setir sesuai arahan, meski jelas tahu ini bukan keputusan spontan.“Ada syarat?” tanya Mike akhirnya.Greyson bersandar lebih dalam ke kursi. “Ada.”Mike tersenyum

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status