Home / Mafia / Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran / Bab 20 | Tragedi Berdarah

Share

Bab 20 | Tragedi Berdarah

Author: Heni HN
last update Last Updated: 2026-01-30 09:19:29

Eliana terbangun dari lelapnya dengan rasa tidak nyaman. Dia membuka mata dan melihat sekeliling, mencoba mengingat di mana dia berada, sampai kembali tersadar kalau kini dia berada di kamar markas, menunggu Aron membukakan pintu yang dia kunci dari luar, sampai akhirnya lelah dan ketiduran.

Dia bangun dari sofa dengan badan sakit-sakit. Tubuhnya juga menggigil, mungkin karena luka pukul yang mendera pasca perkelahiannya dengan Razor.

Eliana memindai sekitar kamar dengan lampu padam, berusa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran   Bab 43 | Nikahi Aku!

    Aron mendekat. Suara dari sepatu pantofelnya menggema, berirama, namun terdengar mengancam. Lebih-lebih Eliana. Dia yang paling merasa teraniaya, meski kekerasan belum terjadi, tapi kesan tak baiknya sudah ia dapat. Eliana merasa tali yang membatasinya semakin menjerat dan mencekik, membuatnya tidak bisa bergerak walau sekedar menarik nafas. Aron menatap tajam pada Eliana dan Revan, dan tatapannya jatuh pada Eliana dengan senyum yang menakutkan. “Eliana, kita harus pulang sekarang. Kau sudah terlalu lama di sini.” terdengar datar, tapi tersirat amarah terpendam. Eliana mengangguk perlahan, matanya tidak berani menatap Revan. “Baik.” Revan merengseg maju, menghalangi jalan Aron. “Eliana tidak akan pergi denganmu,” suaranya tegas, seperti telah mengumpulkan keberanian dari lama. Aron tersenyum, senyum tidak mencapai mata. “Kamu tidak bisa melarang Eliana, Revan.” dia berkata, dengan suara yang rendah dan penuh peringatan. Revan tidak mundur. “Aku tidak akan membiarkan Elia

  • Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran   Bab 42 | Sudah Terlalu Lama

    Eliana berdiri di depan cermin westafel, menatap wajahnya yang dulu segar dan cantik. Tapi sekarang, wajah itu terlihat lelah. Lingkar matanya cekung, kulitnya pucat, dan ada tanda merah bercak di lehernya. Tanda keganasan Aron ketika menginginkannya. Dia meratapi nasibnya yang terjerat cinta pembunuh bayaran. Aron Montgomery, pria yang dulu dia puja, ternyata adalah iblis yang telah menghancurkan hidupnya. Jadi... namanya adalah Aron Montgomery?Batin Eliana meracau. Sebab yang ia tahu di markas... nama pria itu adalah Aron Fox, bukan Montgomery Eliana yang terpesona tatapannya dulu, kini terperangkap dalam bahaya, pada karismatiknya yang mematikan, bahkan saat ini ia harus mendekam dalam sangkarnya. Sekarang, betapa ia menyesali keputusan untuk menyewa pacar sewaan hanya untuk terlihat unggul di pertunangan Revan. Eliana mengingat kembali hari-hari awalnya ketika dia masih bekerja sebagai pramusaji. Dia masih merasa bahagia walau hidup di tengah keterbatasan ekonomi. D

  • Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran   Bab 41 | Emely, Menginginkan Kematian Eliana

    Revan dan Emely saling menatap, dengan ekspresi penuh tanya. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, tapi mereka tahu bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi. “Selah, mari kita mulai acara wisuda,” Aron tersenyum smirk saat netranya terarah pada Revan dan Emely yang masih tercengang. INT. AUDITORIUM KAMPUS ELIT - HARI INI Suasana auditorium dipenuhi dengan sorak-sorai dan tepuk tangan, para hormat dan takjub. Eliana memasang wajah bingung. Kenapa penjahat seperti Aron mendapat kehormatan di mata dunia, disegani, dan diakui keberadannya. “Selah, Rektor Montgomery,” kata Rektor Kampus, dengan suara yang hormat. Aron tersenyum, dengan mata yang berkilau. “Selah, saya Rektor Montgomery. Dan saya sangat senang bisa hadir di acara wisuda ini.” Eliana, yang berdiri di samping Aron, merasa seperti berada di dalam mimpi. Dia tidak tahu bahwa Aron adalah Rektor Kampus, dan dia merasa seperti tidak mengenal orang yang ada di sampingnya. Lalu kemudian ia melihat Revan dan Emely, bersita

  • Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran   Bab 40 | Aron Montgomery—Identitas Asli

    Eliana dan Aron menuruni gedung melalui lift, dengan suasana sunyi dan tegang. Dia tidak bisa berkutik saat Aron dengan posesif mengamit jemarinya tanpa dia bisa melawan. Genggaman tangan Itu kuat, dingin, dan menguasainya. Ketika lift berhenti, Aron membukakan pintu dan membiarkan Eliana keluar terlebih dahulu. Eliana melangkah keluar, dan menyadari bahwa mereka berada di sebuah rumah mewah yang sangat besar. Dia melihat sekeliling, dan merasa dirinya seperti berada di dalam istana. Langkahnya terjeda. Matanya masih mengedar suasana yang masih asing namun mengesankan. Rumah bercat gold tampak berkilauan di mata Eliana. Mewah dan elegan. “Rumahku.” ujar Aron yang seakan mengerti tanda tanya dalam benak Eliana. Eliana menatap Aron, irisnya melebar dan tak percaya. “Rumahmu?” dia bertanya, suaranya hampir tidak terdengar. Aron tersenyum, dengan senyum yang tidak mencapai mata. “Ya, rumahku. Aku membawamu ke sini karena aku ingin kamu tahu bahwa aku pun sekarang milikmu, Eliana

  • Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran   Bab 39 | Mencintai dengan Cara yang Salah

    Eliana mengerjap. Cahaya menyilaukan yang pertama kali menyambut. Dia terbangun dari tidurnya, merasa lelah dan sakit kepala. Eliana membuka mata, dan melihat sekeliling. Dia berada di kamar yang terang, dengan jendela yang lebar bertirai tebal. Dia tidak tahu di mana dia berada, dan seolah lupa apa yang terjadi. Tapi yang pasti, ini bukan kastil tempat di mana ia dikurung kemarin. Eliana bangkit. Ia merasa sakit saat tubuhnya dipaksa bangun. Terasa hancur, seperti telah diinjak-injak. Dia kemudian mencoba mengingat apa yang terjadi, pikirannya mulai menerawang jauh. Tiba-tiba, kenangan itu kembali. Kenangan tentang Aron, tentang apa yang dia lakukan pada dirinya. Eliana merasa dirinya seperti diserang, menyadari tubuhnya telah dijamahi dan dirusak. Mata Eliana mengembun, merasa lemah, tidak ada kekuatan sama sekali yang dia punya untuk melawan. Eliana melihat sekeliling, dan menyadari bahwa dia berada di kamar yang sama seperti mimpi buruk semalam, kamar yang dia tiduri den

  • Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran   Bab 38 | Monster

    Aron melangkah masuk, matanya tidak pernah meninggalkan wajah Eliana. Dia berhenti di depan jasad Mike, lalu menatap Eliana dengan tajam. “Kamu... kamu yang membiarkannya masuk?” Suaranya rendah, tapi penuh ancaman. Eliana menegang, mencoba menghindari tatapan Aron. Dia hanya mampu menjawab dengan gelengan kecil. Antara mengakui dan tidak. Aron tertawa, tapi tawa itu tidak ada kegembiraan. “Tidak? Lalu siapa yang membiarkan orang ini masuk? Kastil ini tidak bisa dimasuki dengan mudah.” Eliana menggigit bibirnya, tidak tahu apa yang harus dikatakan. Dia tidak tahu bagaimana caranya mereka bisa masuk, tapi tidak bisa menjelaskan itu kepada Aron. Sebab yang Eliana tahu hanyalah... kebebasan. Dia ingin kebebasan. Aron melangkah lebih dekat, membuat Eliana merasa tertekan. “Apa kamu menyembunyikan sesuatu, Eliana. Apa itu?” Eliana menatap Aron, matanya penuh ketakutan. “Aku... tidak tahu...” Aron menatapnya dengan tajam, lalu tiba-tiba dia membungkuk dan mengambil kampak yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status