Sementara itu, di tempat berbeda, mobil sedan mewah milik keluarga Saputra berhenti dengan mulus di lobi apartemen eksklusif tempat Vera dan Revan tinggal. Vera menatap gedung menjulang di hadapannya dengan perasaan hampa. Seharusnya, kepulangannya dari rumah sakit disambut dengan tawa bahagia karena kabar kehamilan yang ia bawa. Namun kini, setiap langkah kaki Vera terasa seperti sedang menuju medan eksekusi."Sayang, kamu benar-benar gak mau pulang ke rumah Mama aja?" Vita bertanya sekali lagi, suaranya penuh kekhawatiran sambil menggenggam tangan menantunya. "Di sana ada banyak pelayan yang bisa jagain kamu Sayang. Kalau di sini, Mama takut kamu kelelahan sendirian."Vera memaksakan sebuah senyum tipis, mencoba menyembunyikan badai yang berkecamuk di dalam dadanya. "Enggak apa-apa, Ma. Vera mau di sini aja. Vera sudah janji mau kasih kejutan buat Revan, kan? Kalau di rumah Mama, nanti kejutannya malah ketahuan duluan."Vita menghela napas,
Read more