Share

Bab 192

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-04-19 07:07:14

Hujan di Surabaya rupanya tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Suaranya yang menghantam kaca jendela hotel terdengar seperti rentetan peluru, menciptakan suasana yang kian suram.

Revandra yang merasa badannya sangat remuk setelah perjalanan udara pagi buta dan rangkaian rapat yang menguras otak, akhirnya menyerah.

Ia memutuskan untuk memejamkan mata sejenak, berharap saat ia bangun nanti, langit sudah cerah dan ia bisa segera memesan taksi menuju bandara.

​Di atas me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Jennifer Karisoh
up lagi ya
goodnovel comment avatar
Mmh_Ara😊😊
duuhh ya,,,ada aja si Febby ini alasan pngn deket² sama Revan trus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 192

    Hujan di Surabaya rupanya tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Suaranya yang menghantam kaca jendela hotel terdengar seperti rentetan peluru, menciptakan suasana yang kian suram. Revandra yang merasa badannya sangat remuk setelah perjalanan udara pagi buta dan rangkaian rapat yang menguras otak, akhirnya menyerah. Ia memutuskan untuk memejamkan mata sejenak, berharap saat ia bangun nanti, langit sudah cerah dan ia bisa segera memesan taksi menuju bandara.​Di atas meja nakas, ponselnya yang baru saja mendapatkan sedikit daya mulai terhubung dengan pengisi daya. Revan membiarkannya dalam kondisi mati, berpikir bahwa tidur satu jam saja akan cukup untuk memulihkan tenaganya sebelum ia benar-benar kembali ke Jakarta dan menjelaskan semuanya pada Vera.​Namun, tidur yang ia bayangkan akan tenang itu justru terganggu. Tok tok tokDalam remang kamar, sebuah ketukan pintu yang sangat memburu dan keras terdengar berulang-ulang. Revan tersentak ban

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 190

    Vita memegang ponselnya dengan kening berkerut. Nada sambung yang tadi terdengar monoton kini berubah menjadi suara operator yang menyatakan bahwa nomor tersebut berada di luar jangkauan. Ia menjauhkan ponsel dari telinga, menatap layarnya dengan tatapan tidak percaya sekaligus kesal. ​"Iish, anak ini! Di saat penting begini malah nomornya gak aktif. Benar-benar keterlaluan si Revan ini," gerutu Vita sembari mencoba menekan tombol panggil sekali lagi, namun hasilnya tetap sama. ‘’Revannnn, jangan sampai mama bikin kamu anak geprek ya!’’ umpat Vita semakin kesal. ​Vera yang melihat kegusaran ibu mertuanya hanya bisa tersenyum kecut. Ia tahu betul kenapa ponsel itu tidak bisa dihubungi, atau setidaknya, imajinasinya sudah membangun skenario pahit tentang apa yang sedang dilakukan suaminya di sana. Mungkin Revan sengaja mematikan ponsel agar tidak terganggu saat sedang bernostalgia dengan Febby. ​"Ma, u

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 191

    ‘’Kenapa?’’"Cuaca di sini buruk banget. Hujan badai, angin kencang. Semua flight ke Jakarta di cancel sampai pemberitahuan lebih lanjut." Jawab Febby sembari menunjukkan layar ponselnya yang berisi informasi pembatalan sejumlah penerbangan. ​Revan langsung berhenti melangkah. Ia menoleh ke arah jendela besar di lobi hotel. Di luar, memang sedang hujan deras sudah tumpah seperti air bah, menutupi jarak pandang. Suara petir menggelegar, membuat beberapa pengunjung hotel tersentak kaget.​"Cek maskapai lain, Feb. Apa aja deh, yang penting aku sampai di Jakarta hari ini," perintah Revan dengan nada bicara yang mulai meninggi. Ia merasa tidak tenang. Sejak tadi siang, perasaannya terus menerus tertuju pada Vera.​"Sudah aku cek semua, Van. Semuanya merah. Bahkan kereta api pun kabarnya ada gangguan karena jalur yang terendam air," sahut Febby sembari menghela napas panjang. Ia menatap Revan dengan tatapan yang sulit diartikan, antara simpati dan sesuatu y

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 189

    ​"Enggak kok," jawab Vera singkat, sebuah kebohongan yang ia ucapkan dengan nada setenang mungkin.​ Ia menarik sudut bibirnya, berusaha menciptakan senyum yang tampak senatural mungkin meskipun matanya tak mampu berbohong.​Wilona tidak lantas percaya. Ia justru memajukan duduknya, meraih jemari Vera yang terasa dingin. "Ver, kita sahabatan sudah lamaaaa banget loh. Dari SMA, kuliah, sampai sekarang. Sudah belasan tahun, Ver. Aku tahu kapan kamu senyum beneran dan kapan kamu senyum cuma buat nutupi sesuatu."​Vera menunduk, menatap selimut rumah sakit yang menutupi kakinya. "Wil, aku—"​"Ver, kita sahabat. Ingat, kamu gak sendiri. Jangan dipendam," potong Wilona dengan nada yang lebih lembut namun penuh penekanan. "Kalau Revan berani nyakitin kamu, aku akan maju buat ngehajar dia. Aku gak peduli dia suami kamu atau siapa pun, kalau dia bikin kamu nangis, dia urusanku."​Kehangatan dari genggaman tangan Wilona sempat membuat pertahanan Vera goyah.

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 188

    ​Di layar itu, terpampang sebuah foto yang diambil dari jarak yang cukup dekat di area bandara. Di sana, Revandra Saputra, suaminya yang tadi pagi mencium keningnya dengan terburu-buru, tengah memeluk seorang wanita dengan sangat erat. Wanita itu adalah Febby.​Dunia Vera seolah runtuh seketika. Suasana mal yang ramai dengan musik latar yang ceria kini terasa seperti ejekan yang memekakkan telinga. ‘’Sumpah, kamu jahat banget sih Van?’’ Air mata yang sejak tadi ia tahan kini mengalir deras tanpa bisa dibendung. Ternyata, perjalanan ke Surabaya itu bukan hanya soal bisnis. Ternyata, pesan jam enam pagi itu adalah awal dari pengkhianatan yang paling nyata. Dan yang paling menyakitkan, justru orang yang paling ia benci, Jenny lah yang memberikan bukti itu tepat di hadapannya, menghancurkan sisa-sisa harga diri yang masih Vera miliki.​ Di tangannya, ponsel itu masih menyala, menampilkan bayangan suaminya yang sedang memeluk masa lalunya di bawah cahaya

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 187

    ‘’Enggak! Aku gak boleh egois!’’‘’Lagian, hubungan ku dan Revan tidak seharmonis itu, ngapain aku terlalu ikut campur!’’‘’Tapi—” Vera memegang dadanya, rasanya cukup sesak.‘’Kenapa rasanya sakit, mengingat dia Bersama Wanita lain?’’Vera mengembuskan napas panjang, mencoba meredakan detak jantungnya yang masih tidak keruan. Ia sempat memegang kunci mobil dengan erat, berniat menyusul ke bandara atau bahkan menyusul ke Surabaya. Namun, akal sehatnya kembali mengetuk. Untuk apa? Jika ia datang ke sana dan benar-benar melihat Revan bersama Febby, apakah ia sudah siap dengan kehancuran yang akan menyusul?​Akhirnya, Vera memutuskan untuk memutar arah. Ia butuh pengalihan. Ia butuh keramaian agar suaranya sendiri tidak terus-menerus meneriakkan nama Febby di dalam kepalanya. Pilihan pun jatuh pada sebuah pusat perbelanjaan mewah di Jakarta Selatan. Ia berniat mencari kado pernikahan untuk Tika, sesuatu yang sangat istimewa, sebanding dengan drama yang sahabatnya itu buat kemarin.​

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Main api di toilet

    Cklek!Suara pintu toilet terbuka membuat Wilona tersentak seperti disambar petir.Ia memutar tubuhnya cepat dan hampir menjatuhkan napasnya sendiri ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.Yudha.Tubuh tinggi tegap itu bersandar di pintu, wajahnya separuh tertutup bayangan lorong, namun

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Diambang dilema

    Revan dan Wilona duduk di ayunan dekat kolam renang, tempat yang penuh kenangan. Tempat mereka dulu tertawa, berlarian, saling dorong sampai jatuh ke kolam ketika masih kecil.Dan kini mereka duduk diam, ayunan itu bergerak perlahan tertiup angin sore, tapi hati Wilona justru terasa semakin berat.

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Aroma cowok

    Yudha baru saja menghentikan mobilnya di depan gerbang kompleks perumahan. Suasana siang itu terik, matahari seakan menusuk kulit. AC mobil yang masih menyala membuat kontras rasa dingin–panas semakin jelas ketika Wilona buru-buru melepas seatbeltnya.“Stop Om, berhenti di sini aja!” seru Wilona

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Dua jamur

    Sementara itu, di depan rumah Wilona, suasana justru jauh berbeda dengan yang terjadi di rumah Yudha.Evelyn duduk di kursi teras sambil menatap jalanan sepi komplek. Tangan kanannya mengetuk-ngetuk pahanya tak sabar, sementara kaki kirinya sudah sejak tadi bergetar gelisah.“Astaga Wil,

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status