"Cerai katamu?!"Valin meringis dengan mata memandang horor pada Zen. Paras lelaki itu berubah mengerikan, seperti iblis dari neraka. Sorot matanya merah penuh amarah. "Iya, aku mau cerai darimu!""Di dalam mimpimu!" Zen menggertakkan gigi.Berani sekali Valin berniat minta cerai darinya. Tertutup oleh emosi, Zen kehilangan akal sehatnya."Sylus, jaga dia. Pastikan dia baik-baik saja."Sylus mengangguk, dia biarkan saja saat Zen menarik Valin keluar dari kamar Vante. Setelah pintu ditutup, Sylus menghela napas. Lalu dia berujar, "Mau sampai kapan pura-pura tidur?"....Di tempat lain ada Valin yang menjerit histeris ketika Zen melemparnya ke ranjang di kamar pribadinya di sektor satu."Mau apa?" Valin ketakutan ketika Zen melucuti pakaiannya sendiri. Tak perlu waktu lama tubuh indah lelaki itu terpampang jelas di depan mata."Kamu ingin minta cerai dariku. Bermimpilah, karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Pernikahan kita akan berlangsung selamanya.""Aku tidak cinta pad
Last Updated : 2026-02-22 Read more