Zen terpaku, sejenak membeku, otaknya mendadak blank mendengar tuduhan Valin. "Aku tidak melakukannya. Bryan jangan sembarangan bicara.""Kamu kenal papaku?!" Tuding Valin dengan kepala kembali terasa nyeri.Razen Archlight, nama itu kenapa sekarang membuat Valin kesakitan. Ada sesuatu yang menyakitkan mengiringi nama itu."Iya, aku kenal. Tapi sungguh, aku tidak tahu kalau dia papamu. Tidak sampai tes DNA kemarin. Rose, kamu sungguh tidak ingat aku?""Kamu mengenalku?"Valin menatap dalam mata biru seperti samudra di depannya. Ingatannya kembali menelusuri memori yang sepertinya terkubur dalam sekali.Sebiru lautan, sebiru langit, "Ini indah sekali, Kak. Terima kasih."AarrghhhhValin meledakkan jerit histeris kesakitan ketika kalimat itu terlintas di kepalanya. Bryan melesat keluar memanggil Sylus. Sedang Zen langsung mendekap Valin yang meronta hampir hilang kendali."Keluarkan ini dari kepalaku, sakit! Sakit sekali!" "Tahan sebentar, Sylus akan datang.""Tidak! Aku tidak sanggup
Last Updated : 2026-02-15 Read more