"Apa dirudap*ksa?"Zen dan Kian nyaris berteriak bersamaan. Valin sampai memejamkan mata, untung dia tidak tertabrak brankar atau tersandung benda lain saat berjalan. Saking hafalnya dia dengan keadaan UGD."Siapa yang berani melakukan ini. Akan kuhabisi dia," geram Kian tanpa sadar. Bukannya apa, pria itu sudah menganggap Rosalie adik sendiri. Jadi dia tidak rela jika ada yang menyakiti gadis itu. Apalagi sampai dilecehkan."Tunggu dulu. Benar dia dipaksa bukan suka sama suka."Valin langsung meninju lengan Zen begitu sang suami selesai bicara. Dia masih marah pada Zen, jadi pukulan itu cukup keras. Tapi Zen sama sekali tidak terpengaruh."Dia dipaksa, organ intimnya sampai robek, pendarahan. Kalau suka sama suka, pasti ada foreplay, kalaupun cidera tidak akan separah itu.""Sampai robek? Emang rudalnya sebesar apa?" Valin mendelik, apalagi ketika dua pria di depannya kompak menilik bagian bawah tubuh masing-masing. Mungkin ingin membandingkan dengan punya si pelaku."Sinting!" Val
Last Updated : 2026-02-19 Read more