"Papi? Bisakah kau mengantarkan Kalila ke sekolah? Pagi ini aku ada rapat," ucap Erik, memecah keheningan di ruang makan."Lila bisa ke sekolah sendiri, Kak," tawar Kalila. Dia selalu ingin berusaha mandiri, tapi keluarganya tidak pernah mengizinkannya."Nggak boleh, Sayang. Kamu kan nggak pernah naik angkutan umum," cegah sang ibu."Ada ojek online, Mi. Lila bisa kok.""Nggak, sama Papi aja ya.""Papi harus ke kantor cabang, kemungkinan tidak searah," sesal Arlan, lalu berpikir sejenak. "Tapi sedikit terlambat tidak masalah," imbuhnya."Biarkan saya saja yang mengantar Kalila, Om." Kalimat Ben membuat penghuni ruang makan seketika menoleh, termasuk Erik."Saya kuliah siang, jadi bisa mengantar Kalila dulu," ucapnya.Kalila pasrah saja saat sang ayah tampak menyetujui usulan Ben. Entah kenapa dia merasa tidak nyaman jika harus berangkat berdua dengan pria itu.Erik berdehem, menghabiskan kopi di cangkirnya. Setelah itu kembali mengarahkan pandangan pada sang adik."Tidak perlu, biar a
Last Updated : 2026-01-24 Read more