Lin Shue mundur satu langkah ke belakang, lalu satu langkah lagi, seolah lantai di bawah kakinya tiba-tiba berubah menjadi jurang tak berdasar. Wajahnya yang biasanya tenang dan berwibawa kini pucat pasi, darah seakan tersedot habis dari sana. Tubuhnya gemetar hebat, napasnya memburu tak beraturan, dan untuk sesaat—hanya sesaat—dia benar-benar tampak seperti pria tua yang rapuh, bukan seorang kaisar yang berdiri di puncak kekuasaan.Namun hanya dalam satu tarikan napas panjang, segalanya berubah.Tatapannya kembali mengeras, punggungnya kembali tegak, dan aura dingin yang selama ini membuat semua orang tunduk padanya kembali menyelimuti seluruh ruangan. Seolah kelemahan barusan hanyalah ilusi sesaat yang tak pernah benar-benar ada.Di hadapannya, puluhan pasang mata menatap tanpa berkedip—para pejabat, pengawal, bahkan anggota keluarga kerajaan—semuanya menunggu, menekan, menuntut jawaban atas kalimat yang baru saja terucap dari bibir Lin Ye Su.Suasana menjadi begitu sunyi hingga su
Read more