Christian tersenyam tipis, merasa memenangkan ronde pertama pertempuran mental ini karena berhasil mengusik ketenangan Moretti. Ia merapikan sedikit kerah jas mahalnya yang sempat kusut."Baiklah."Sebelum melangkah pergi mengikuti Dominic, Christian memalingkan wajahnya kembali ke arah Nadine. Detik itu juga, seluruh raut kejam dan licik di wajah Christian Miller lenyap tanpa bekas. Wajahnya melunak sepenuhnya, dan sebuah senyuman hangat yang teramat tulus terpancar di sana, sebuah ekspresi yang hanya ia dedikasikan untuk wanita yang berhasil mencuri hatinya."Dear... aku akan pergi sekarang demi ketenanganmu," ucap Christian dengan nada suara yang teramat lembut, mengabaikan fakta bahwa ada puluhan senjata yang siap mengarah padanya di koridor. "Tapi ingatlah, lain waktu kita pasti akan bertemu lagi di tempat yang lebih baik. Jaga baik-baik bayi kita di dalam sana, Dear. I love...""KELUAR KUBILANG, BRENGSEK!" potong Dominic cepat dengan teriakan yang meng
Last Updated : 2026-06-10 Read more