Suara Lukas terdengar tenang, rendah, dan berwibawa. Tidak ada kesan dibuat-buat. Ucapan itu keluar dengan ketulusan seorang tuan rumah yang benar-benar menghormati tamunya.Tatapan abu-abunya berhenti beberapa saat, mengunci sepasang mata Nadine dengan kehangatan yang mengalir konstan. Wanita itu membalas dengan senyum tipis yang sopan. "Terima kasih atas sambutannya, Tuan Lukas." Lukas menggeleng pelan, senyum tipis terukir di sudut bibirnya. "Di luar urusan bisnis atau pertemuan formal para orang tua, kau tidak perlu memanggilku terlalu formal seperti itu, Ma Chérie." Sapaan lembut itu membuat Nadine sedikit terdiam. Pipinya memanas samar. "...Baik, Lukas." Satu kata sederhana dari Nadine itu rupanya cukup untuk memicu senyum geli di wajah Elena Vance. Bahkan William, sang ayah, sampai terkekeh pelan melihat tingkah putranya. "Sepertinya putraku mulai kehilangan kemampuan berbicaranya kalau sudah berhadapan dengan Nona Nadine."Elena menoleh kepada suaminya sambil ter
Terakhir Diperbarui : 2026-06-30 Baca selengkapnya