Stefhani bahkan jadi malas berpamitan untuk pulang. Tetapi, demi sopan santun, ia mengetuk dua kali pintu ruang kerja Blue sebelum membukanya.“Tuan, pekerjaan sudah beres. Jika tidak ada lagi yang dikerjakan, aku pulang duluan.”“Pulang lah.” Tanpa menatap Stefhani, Blue menyahut. "Supir siap mengantarmu.""Oh, tidak perlu. Aku dijemput."Begitu Stefhani pergi, Blue kembali menyalakan CCTV di layar laptopnya. Ia mendengus kesal kala melihat Stefhani di jemput Vincent di lobi.Dengan kasar, Blue menutup laptop dan memasukkannya ke tas. Ia lalu keluar dari ruang kerjanya dengan wajah tegang.Bukannya pulang, Blue meminta supir mengantarnya ke sebuah gedung bergaya modern yang mewah. Global Club—tempat komunitas milyuner berkumpul. Club yang hanya memiliki keanggotaan resmi saja yang bisa masuk.Biasanya, Blue selalu datang bersama Grey. Ia tidak pandai bergaul dan tempat ini membutuhkan skill itu. Tetapi, kali ini, entah kenapa Blue ingin sekali duduk di pojokan club sambil menikmati l
Terakhir Diperbarui : 2026-01-21 Baca selengkapnya