Stefhani menghela napas lalu duduk. Baru saja akan membuka email yang baru masuk, ia mendongak mendengar namanya dipanggil."Nona Stefhani, ada paket lagi," ujar Denny, office boy yang bertugas di lantai direktur, sambil menyerahkan kotak berwarna pastel dengan pita cantik.Stefhani menatap kotak itu dengan bingung. "Dari siapa, Den?""Tidak tahu, Non. Dikirim kurir seperti biasa. Tidak ada nama pengirimnya." Denny tersenyum lebar. "Selain Tuan Vincent, sepertinya Nona Stefhani punya pengagum rahasia."Wajah Stefhani langsung memanas. "Jangan asal bicara, Den.""Saya cuma menebak, Nona." Denny terkekeh, lalu kembali ke tugasnya.Dengan hati-hati, Stefhani membuka kotak itu. Di dala
Terakhir Diperbarui : 2026-01-23 Baca selengkapnya