“Ma—Maaf.” Stefhani berbalik badan, hendak kembali keluar.“Eh, Kak Stef.”Cepat, Stefhani menoleh. Lalu bibirnya menyunggingkan sedikit senyum. Ternyata Luna yang duduk santai di pangkuan Blue.Ia jadi teringat cerita Grey. Sky dan Luna manja pada kakak pertama mereka. Padahal tadinya ia sempat berpikiran yang tidak-tidak.“Hai, Nona Luna.”“Luna aja. Nggak mau dipanggil Nona,” protes Luna.Stefhani tersenyum dan mengangguk.“Stef,” panggil Blue.“Iya, Tuan.” Stefhani berjalan mendekat.“Periksa berkas proyek baru,” titah Blue.“Baik.” Stefhani mengangguk lalu duduk di kursi depan meja Blue. Tangannya langsung sibuk membaca lembaran berkas.Namun begitu, telinganya tetap dengan jelas dapat mendengar percakapan Blue dan adik bungsunya.“Kak Blue, lihat ini. Bagus, kan?” Luna memperlihatkan layar ponselnya.Blue hanya melirik sekilas. “Kamu sudah punya anting-anting itu, Luna. Dua tahun lalu kamu pakai saat ulang tahun Papa Billy.”Luna mencoba mengingat-ingat dengan mengerutkan dahi.
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya