Malamnya, Stefhani merengungi ucapan Vincent. Terbayang lagi saat Blue yang mabuk menciumnya di ranjang.Stefhani menggeleng kasar untuk melenyapkan bayangan tersebut. Ia tidur miring menghadap jendela dan menatap gelapnya malam tanpa bintang. Hingga akhirnya karena lelah, ia tertidur juga.Karena letak apartemen dan perusahaan BlueVortex dekat, Stefhani kini tidak perlu berangkat pagi-pagi. Namun begitu, karen terbiasa bangun pagi, ia memutuskan berolahraga di lintasan lari milik gedung.“Wah, udaranya segar sekali,” guman Stefhani sambil merentangkan tangan.Mungkin masih terlalu pagi untuk olahraga, jogging track ini sepi. Stefhani bisa leluasa berolahraga sambil melihat-lihat sekitar. Ia asyik menatap tanaman berbunga di sampingnya sambil berlari, hingga tak sengaja menabrak seseorang.“Brukk!”“Aduh, maaf.” Stefhani memegangi hidungnya yang menabrak otot dada di depannya. Ia mendongak, lalu menyeringai menatap siapa yang menatapnya. “Tuan Blue? Sedang olahraga?”Kedua alis Blue t
Terakhir Diperbarui : 2026-01-29 Baca selengkapnya