"Kamu mau ke mana, Kuh? Profesor Tirtayasa sebentar lagi akan memberikan pengarahan darurat untuk shift malam," bisik Farhan dengan nada panik, menahan lengan jas putih Kukuh saat mereka berdiri di luar Bangsal Umum C yang masih kalut."Aku harus ke toilet sebentar, sekalian mencari udara segar. Udara di dalam bangsal terlalu pengap, membuat perutku sedikit mual," jawab Kukuh dengan raut wajah setenang air kolam, melepaskan cengkeraman sahabatnya itu secara halus.Farhan mengusap keringat dingin di dahinya. "Jangan lama-lama, Kuh! Kalau Profesor Tirta mengabsen dan kamu tidak ada, tamatlah riwayat kita berdua. Anak-anak militer bawaan Bhanu sudah mulai berseliweran di lobi bawah!""Hanya lima menit," balas Kukuh meyakinkan, lalu berbalik melangkah menjauhi kerumunan.Namun, alih-alih menuju toilet di ujung lorong, langkah kaki Kukuh justru mengarah ke tangga darurat, mendaki cepat menuju lantai empat tempat laboratorium farmakologi kampus berada. Peringatan keras dari Dokter Harsha ma
Read more