Suasana di dalam kabin kaca itu memanas, bukan karena perapian yang menyala, melainkan karena amarah yang meledak di antara dua jiwa yang terluka. Foto masa kecil itu tergeletak di atas meja marmer, seolah-olah menjadi saksi bisu atas keretakan yang terjadi."Kau sudah tahu, bukan?" suara Kelly naik satu oktavi, bergema di ruangan yang kedap suara itu. "Kau tahu Julian membawa foto itu! Kau tahu dia tidak mengejar kode enkripsi, dia mengejar nyawaku!"Elias berdiri di dekat jendela, membelakangi Kelly. Punggungnya yang lebar tampak tegang. "Aku melakukan apa yang perlu kulakukan untuk menjagamu tetap hidup, Kelly.""DENGAN MENJADIKANKU UMPAN?!" Kelly berteriak, air mata kemarahan mengalir di pipinya. Ia melangkah maju, memukul bahu Elias yang sehat. "Kau membawaku ke Helsinki, kau memakaikanku gaun merah itu, kau membiarkanku berdansa dengan maut... semua itu hanya agar kau bisa menariknya keluar dari lubangnya! Kau tidak menjagaku, Elias. Kau memperdagangkan nyawaku
Last Updated : 2026-01-17 Read more