Malam di lantai teratas gedung Viper biasanya hanya diisi oleh desis sistem pendingin udara yang halus dan detak jam dinding yang monoton. Namun, di dalam kamar luas yang kini ditempati Kelly, kesunyian itu justru menjadi kanvas bagi kengerian masa lalu untuk melukis kembali dirinya.Kelly terjebak dalam tidurnya. Di balik kelopak matanya yang bergerak gelisah, api itu kembali. Kali ini lebih besar, lebih panas, dan lebih nyata. Ia mencium bau gorden beludru yang terbakar, ia mendengar derak kayu yang patah seperti suara tulang, dan yang paling mengerikan, ia melihat dirinya sendiri masih berusia delapan tahun, namun kali ini tangannya terikat pada kursi di tengah ruang tamu yang membara."Mama! Papa!" teriaknya dalam mimpi, namun suaranya tertelan oleh raungan api.Kelly tersentak bangun dengan teriakan yang menyayat malam. Tubuhnya bermandikan keringat dingin, jantungnya berpacu seolah hendak meledak dari dadanya. Ia segera meringkuk di sudut tempat tidur, menarik selimut hingga
Zuletzt aktualisiert : 2025-12-29 Mehr lesen