MasukMobil SUV lapis baja itu melesat membelah jalanan Helsinki yang bersalju dengan kecepatan yang nyaris membuat ban kehilangan traksi. Di dalam kabin yang kedap suara, bau amis darah bercampur tajam dengan aroma mesiu yang menyengat, menempel di pakaian sutra Kelly yang kini tercoreng abu dan noda merah.
Kelly duduk mematung di kursi belakang. Napasnya masih tersengal, dan di telinganya, suara desingan peluru tadi masih berdenging. Namun, yang paling menghantuinya bukanlah ledakan itu, melAsap hitam masih membumbung tinggi dari tebing yang runtuh, menandai makam bagi Laboratorium Bayangan dan—bagi siapa pun yang melihatnya—makam bagi Elias Costra. Leo berdiri di tepi tebing, debu putih menutupi pakaian taktisnya yang kini compang-camping. Di dadanya, kalung memori pemberian ayahnya terasa panas, seolah-olah masih menyimpan sisa kehangatan dari tangan Elias.Suara baling-baling helikopter stealth "Valkyrie" milik Kelly membelah kesunyian pasca-ledakan. Helikopter itu mendarat di dataran landai hanya beberapa meter dari Leo. Kelly melompat keluar bahkan sebelum tangga pijakannya turun sempurna.Pertemuan dalam DukaKelly berlari ke arah Leo, memeluk putranya dengan kekuatan yang nyaris meremukkan tulang. Bau mesiu dan asap dari pakaian Leo menusuk indra penciumannya, namun bau itulah yang membuktikan bahwa putranya masih bernapas."Di mana dia, Leo?" suara Kelly pecah, matanya menatap liar ke arah reruntuhan yang masih membara. "Di mana ayahmu
Lantai beton di bawah kaki mereka bergetar hebat. Di atas sana, rudal kedua Kaze kemungkinan besar telah meratakan vila utama, namun di ruang bawah tanah ini, ancaman yang lebih nyata sedang menggedor pintu baja Victoria yang tadi dibuka Leo. Suara dentuman itu bukan lagi sekadar hantaman; itu adalah suara mesin pemotong hidrolik yang mulai merobek zirah pintu tersebut.Bau kertas tua di Laboratorium Bayangan Jonathan Sterling kini bercampur dengan bau panas dari sirkuit yang terbakar dan uap dingin dari pipa nitrogen yang bocor akibat guncangan.Elias Costra menatap sekeliling ruangan. Hanya ada satu jalan keluar: sebuah lubang ventilasi sempit yang menuju ke tebing laut. Terlalu kecil untuknya, tapi cukup untuk seorang anak kecil."Leo, dengarkan Ayah," suara Elias mendadak tenang, ketenangan yang biasanya ia miliki tepat sebelum ia menghabisi nyawa seseorang. Ia berlutut di depan putranya, meletakkan tangan besarnya di bahu kecil Leo.Warisan Sang Ayah
Suara desingan rudal yang membelah atmosfer terdengar seperti jeritan iblis yang lapar. Di dalam lorong bawah tanah yang lembap di bawah perpustakaan vila, getaran hebat meruntuhkan langit-langit beton, mengirimkan debu putih yang menyesakkan ke udara. Elias berlari dengan napas yang terbakar, mendekap Leo di dada kirinya sementara tangan kanannya masih menggenggam senjata yang panas."Sedikit lagi, Leo! Bertahanlah!" teriak Elias.Mereka tiba di ujung terowongan, di depan sebuah pintu baja kuno bergaya Victoria yang tampak janggal di tengah teknologi canggih Galapagos. Pintu ini adalah warisan dari pemilik pulau sebelumnya—seorang kartografer yang terobsesi dengan teka-teki. Namun, mekanisme penguncinya telah terhubung dengan sistem digital Kelly sebagai jalur pelarian terakhir.Sialnya, hantaman rudal pertama di permukaan telah menciptakan lonjakan elektromagnetik (EMP) yang membakar sirkuit elektronik pintu tersebut. Pintu itu mati total. Di belakang mereka,
Fajar di Galapagos tidak pernah terasa segetir ini. Cahaya jingga yang biasanya membelai permukaan laut dengan lembut, kini tertutup oleh kabut tebal berwarna hijau pucat yang merayap naik dari garis pantai. Itu bukan kabut alami. Itu adalah Aero-Soporific Compound V-9, gas bius saraf tingkat militer yang dirancang untuk melumpuhkan sistem saraf pusat dalam hitungan detik tanpa merusak materi genetik subjek. Bau gas itu manis, hampir seperti aroma melati yang membusuk, sebuah kontras yang memuakkan dengan aroma mesiu yang mulai meledak di kejauhan. "Kelly! Pasang masker filtrasi oksigenmu sekarang!" raung Elias melalui radio internal. Di tengah kekacauan itu, Elias Costra berlari menembus koridor vila yang berguncang. Di tangannya, ia memegang SCAR-H dengan magasin berisi peluru penembus zirah. Setiap langkahnya adalah perpaduan antara kemarahan seorang ayah dan ketenangan seorang pembunuh bayaran tingkat dunia. Badai di Langit
Keheningan yang menyusul setelah padamnya alarm di bunker Galapagos terasa lebih menakutkan daripada raungan sirene itu sendiri. Bau ozon dari sirkuit yang terbakar di ruang kendali masih menggantung berat, berbaur dengan aroma laut yang masuk melalui sistem ventilasi yang baru saja dipulihkan. Kelly Sterling duduk di depan layar monitor yang retak, matanya yang sembab namun tajam terpaku pada satu baris kode yang ia temukan di dalam fragmen data yang ditinggalkan Kaze.[PROJECT CZAR: SUBJECT 9 – GENETIC STABILITY: 99.9%]"Dia bukan sekadar kloning, Elias," bisik Kelly tanpa menoleh saat suaminya masuk ke ruangan dengan langkah berat. "Subjek Sembilan... dia adalah wadah. Aristha tidak ingin menciptakan prajurit baru. Dia sedang mencoba memindahkan kesadarannya sendiri ke dalam tubuh yang memiliki kekuatan fisik sepertimu dan kecerdasan seperti keluarga Sterling."Elias berhenti di samping Kelly, tangan besarnya yang masih ternoda minyak dan darah kering bertumpu pada bahu istriny
Cahaya biru dari monitor holografik di ruang kendali pusat bergetar hebat, memancarkan spektrum warna yang tidak stabil. Bau ozon dari kabel-kabel yang dipaksa bekerja melampaui batas memenuhi ruangan, bercampur dengan aroma dingin dari pendingin ruangan yang mulai berderak. Kelly Sterling berdiri mematung, jemarinya membeku beberapa inci di atas konsol utama.Di layar, koordinat kapal selam Elias yang sedang mendekat berubah warna menjadi merah darah. Di atasnya, sebuah ikon berbentuk topeng tradisional Jepang—simbol Kaze—berkedip pelan, mengejeknya."Sial..." bisik Kelly. Suaranya gemetar bukan karena takut, tapi karena amarah yang dingin. "Dia menggunakan transmisi Elias sebagai kuda Troya."Infiltrasi Sang Hantu (Subjek 3)Kaze bukan sekadar peretas. Sebagai Subjek 3, ia memiliki kemampuan Neuro-Link—kemampuan untuk memetakan kepribadian targetnya ke dalam algoritma serangan. Saat Kelly fokus memandu Elias menembus badai di Guayaquil, Kaze telah menyeli







