Langkah mereka berlanjut, namun ruang yang baru saja mereka tinggalkan tidak benar benar hilang. Ia tetap ada, bukan di belakang, bukan juga di depan, melainkan menyatu dalam kesadaran mereka. Tidak ada rasa kehilangan, tidak ada keinginan untuk kembali secara fisik, karena mereka tahu tempat itu tidak pernah benar benar terpisah.Aruna berjalan dengan tenang. Setiap langkahnya terasa ringan, bukan karena jalannya mudah, tetapi karena ia tidak lagi membawa beban yang dulu sering ia genggam tanpa sadar. Ia tidak lagi merasa harus mempertahankan sesuatu agar tetap ada.Pelangi berjalan di sampingnya. Wajahnya terlihat lebih hidup dari sebelumnya. Ia sesekali menatap ke sekeliling, namun bukan untuk mencari arah, melainkan untuk menikmati ruang yang terus berubah bersama mereka.“Aku baru sadar sesuatu,” katanya pelan.Aruna menoleh sedikit. “Apa?”Pelangi tersenyum kecil. “Ternyata bukan tempatnya yang bikin aku tenang. Tapi cara aku melihatnya.”Sunyi sejenak.Aruna mengangguk. “Iya. T
Read more