Langit di atas mereka perlahan berubah warna.Bukan karena waktu—namun karena sesuatu yang memengaruhinya.Awan tidak lagi bergerak seperti biasa.Mereka… bergeser.Tidak mengikuti arah angin.Namun seperti ditarik.Dibentuk.Disusun ulang oleh sesuatu yang tidak terlihat.Aruna menghentikan langkahnya.Pelangi ikut berhenti.“Apa lagi…”Ia berbisik.Aruna menatap ke atas.Matanya menyipit.“Ini bukan efek biasa…”Ia berkata pelan.“Ini… respon.”Sunyi.Lebih dalam.Pelangi menelan ludah.“Respon dari apa?”Aruna tidak langsung menjawab.Ia menutup mata.Koneksi itu langsung aktif.Namun kali ini—berbeda.Tidak ada pola.Tidak ada sistem yang jelas.Hanya…potensi.Seperti ribuan kemungkinan—yang belum dipilih.Ia membuka mata.Tatapannya berubah.Lebih waspada.“Dari sesuatu yang belum jadi.”Sunyi.Pelangi mengerutkan kening.“Belum jadi?”Aruna mengangguk.“Bukan seperti yang di hutan.”Ia berkata.“Bukan juga seperti yang tadi kita hadapi.”Ia melanjutkan,“Ini belum punya bent
Read more