Satu per satu, anggota KKN mulai keluar kamar.Embun muncul sambil mengucek mata. “Wah… bau masakan. Aku langsung laper.”Bagas menyusul, rambutnya masih acak-acakan. “Pagi, Bu Seno. Wah, ini sih KKN rasa pulang kampung.”Bu Seno tersenyum tipis. “Nggih, Nak. Nanging dipun resiki rumiyin sakwise dhahar.”(Iya, Nak. Tapi dibersihkan dulu setelah makan.)Pelangi keluar sambil menguap panjang. “Aku mimpi aneh,” gumamnya, lalu cepat menggeleng. “Eh, nggak penting.”Bulan duduk tenang, langsung membantu menyusun piring tanpa diminta.Alvaro menyapa Bu Seno dengan sopan, sementara Alex datang paling akhir, wajahnya masih pucat Hileon berdiri di dekat pintu, memperhatikan sekitar dengan tatapan waspada. Matanya sempat bertemu Aruna. Gadis itu terlihat tenang, namun Hileon tahu—ketenangan itu dibuat-buat.Mereka duduk mengelilingi meja makan.Suara sendok menyentuh piring terdengar jelas. Untuk beberapa saat, tak ada yang bicara. Masing-masing larut dalam pikirannya sendiri.“Masakannya enak,
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-02 อ่านเพิ่มเติม