"Kami benar-benar senang bisa menyambutmu di Kota Surya ini, Pak Dimas. Kehadiranmu benar-benar jadi berkah bagi kota ini. Beberapa proyek ini sudah tertunda lama karena dana terbatas dan kurangnya arah yang jelas," kata Harold, wali kota Kota Surya, dengan senyuman penuh harapan.Dimas menganggukkan kepala dengan sopan, lalu matanya tertuju pada cetak biru yang terbentang di meja rapat yang panjang. Itu adalah rencana detail untuk fasilitas umum, perluasan ruang hijau, dan pusat kebudayaan yang baru.Dia mendengarkan penjelasan Harold dengan saksama, padahal pikirannya tidak berada di ruangan itu sepenuhnya. Hari sudah larut, tetapi Harold bersikeras mengadakan pertemuan ini. Dan sebagai pebisnis yang mampu melihat potensi, dia juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Meskipun pikirannya sedang kacau, gelisah, dan tidak tenang, dia tetap fokus."Aku juga berpikir begitu," jawab Dimas dengan tenang sambil menyilangkan tangan di depan dada. Dia tidak ingin terlihat terlalu antusia
더 보기