Pertanyaan Tommy membuat suasana di meja makan langsung dipenuhi keheningan berat.Fitria dan Jesika saling bertukar pandang singkat, tetapi tidak ada yang langsung bicara, seolah-olah menunggu orang lain memulai lebih dulu.Dimas tetap duduk di tempatnya. Sikapnya tenang, dingin, seakan-akan sama sekali tidak terpengaruh oleh pertanyaan itu. Namun, Vera langsung memanfaatkan momen itu dengan luwes.Dia menunduk sedikit, lalu mengembuskan napas pelan. Ketika mengangkat wajahnya kembali, air mata sudah mulai menetes, meninggalkan jejak lembut di pipinya."Ayah." Suaranya bergetar, rapuh, tetapi jelas. "Aku sudah berusaha, sungguh. Aku mencoba mempertahankan pernikahan ini. Tapi nggak semua berjalan seperti yang kita inginkan."Tommy mengernyit. "Apa maksudmu, Vera?""Kadang aku berpikir ... mungkin aku berharap terlalu banyak," lanjutnya dengan ekspresi yang seimbang antara kesedihan dan penahanan diri. Bahkan dalam kesedihan, dia tetap tampak anggun."Aku tahu Dimas sibuk. Aku nggak pe
Read More