"Menurutku, dasi ini yang paling cocok untukmu."Anisa mengambil satu dasi dari sekian banyak koleksi yang dimiliki Dimas. Dia tahu Dimas hanya meladeninya karena perjanjian itu, tetapi Anisa berusaha tidak memusingkannya. Yang terpenting sekarang, rencananya tetap berjalan, setidaknya sampai perjanjian itu berakhir.Lagi pula, setelah itu mereka takkan pernah bertemu lagi. Jadi, tak ada salahnya dia berpura-pura seolah mimpinya terwujud, sebuah fantasi romantis di mana suami tercintanya ada hanya untuk dirinya. Kemudian, ketika mimpi itu berakhir, dia akan kembali pada realita pahitnya, yaitu menjadi seorang perempuan yang ditakdirkan hidup seorang diri.Anisa memainkan perannya dengan anggun dan tenang, tak pernah meminta imbalan apa pun. Selama Dimas tidak mengusirnya, Anisa menganggap itu sebagai bentuk penerimaan, meski dengan enggan. Setiap gerakan yang dia buat, setiap kata yang dia ucapkan, meninggalkan jejak yang tak bisa diabaikan oleh Dimas.Dimas mengangkat alis. "Aku bisa
Read more