"Jadi, Pak Daniel pilih percaya Anisa," desak Selly."Aku pilih dengarkan orang yang nggak buat keadaannya makin parah," jawab Daniel tanpa ragu.Selly terlihat tersinggung. "Jadi, sekarang aku dianggap sebagai penyebab semua kekacauan ini?""Sikapmu, itu yang buat semuanya jadi canggung dan nggak nyaman," kata Daniel dengan tenang, tetapi tajam.Selly mendengus, lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada.Suasana di tempat itu menjadi hening, hanya terdengar suara detak jam dinding yang kini terasa begitu nyaring.Beberapa saat kemudian, pintu ruang pemeriksaan terbuka dan Riana keluar dengan ekspresi yang jauh lebih tenang. Begitu melihat Anisa dan Daniel, dia langsung menghampiri mereka.Daniel segera memeluk istrinya dengan erat."Aku baik-baik saja. Nggak apa-apa, hanya memar kecil saja," kata Riana segera."Benarkah? Aku harus dengar langsung dari dokter yang periksa kamu," tanya Daniel dengan nada tidak percaya. Dia perlahan-lahan melonggarkan pelukannya, lalu memeriksa tub
Read more