"Ya. Dan untuk sewa mereka butuh dana yang sangat besar. Benar-benar sangat besar. Masalahnya, kami nggak bisa lacak aliran dananya karena terlalu bersih. Begitu aliran dana itu terputus di beberapa detik, semuanya benar-benar nggak bisa dilacak lagi," jawab Erik sambil menghela napas.Kaleb memejamkan matanya. Di dalam benaknya, kepingan-kepingan informasi mulai saling menyatu. Memang belum menjadi sebuah jawaban, tetapi membentuk sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Dia berkata dengan pelan, "Kamu bilang ini besar. Sekarang beri tahu aku, seberapa besar?""Ini bukan rangkaian serangan yang berdiri sendiri, Pak. Ini adalah rangkaian kejadian yang dirancang dengan sengaja. Keluarga Bunawan, Grup Cokro, dan orang-orang di sekitar mereka. Semuanya dijadikan target, satu demi satu," jawab Erik dengan tegas.Kaleb membuka matanya, lalu tatapannya menjadi dingin. "Soal Eli?"Erik menjawab, "Ada upaya pendekatan dengannya, bukan untuk mencelakainya."Dia berhenti sejenak. "Tapi, untuk jadikan
Read more