Riana mengangguk. Tak lama kemudian, seorang pelayan datang untuk mencatat pesanan Eli."Gimana sekolahmu?" tanya Riana."Baik, Nek," jawab Eli. "Nilai terbaruku dijadikan salah satu bahan pertimbangan untuk penempatan kelas. Karena aku murid pindahan, guru BK juga mengevaluasiku dan memberiku tes singkat. Untungnya, semua berjalan lancar.""Syukurlah," kata Riana sambil tersenyum. "Kamu suka sekolahnya?""Suka, Nek. Guru-gurunya hebat. Aku juga suka klub menyanyinya.""Kamu sudah mendaftar?""Sudah." Wajah Eli langsung terlihat lebih bersemangat."Mata pelajaran apa yang paling kamu suka?" tanya Riana sambil memperhatikannya dengan saksama.Sepintas, percakapan mereka memang terdengar ringan. Namun, diam-diam Riana sedang berusaha memahami gadis yang duduk di hadapannya. Di mata Eli, dia masih melihat kepolosan dan ketulusan yang begitu jelas."Sejarah," jawab Eli tanpa ragu. "Aku suka memahami hubungan sebab dan akibat."Riana tersenyum tipis. "Masuk akal."Tak lama kemudian, pelayan
Read more