Osman terdiam, lalu rahangnya menjadi kaku dan tatapannya tertuju ke lantai. Erangan tertahan dan rintihan yang teredam dari Naufal di layar itu membuat perutnya seperti melilit ketakutan. Namun, dia tidak bisa mengungkapkan lokasi keberadaan Hardy, sehingga dia akhirnya berkata, "Aku nggak tahu."Kaleb tersenyum tipis, senyuman yang sama sekali tidak mengandung kehangatan. Kini, dia sudah berdiri tepat di depan Osman dan berkata, "Naufal bilang padaku kalau kamu tahu banyak hal, termasuk di mana Hardy berada."Seperti seekor elang yang siap menerkam mangsanya dengan tanpa belas kasihan, Kaleb mendekat. Tatapannya dingin, tanpa ampun, dan dipenuhi keyakinan mutlak atas apa pun yang akan dilakukannya berikutnya."Aku serius, aku nggak pernah tahu di mana dia berada," kata Osman dengan cepat.Tangan Kaleb melesat maju, lalu mencengkeram wajah Osman yang sudah babak belur dengan kekuatan yang menghancurkan. "Begitukah? Aku akan tanya lagi, Hardy di mana?""Ugh ...."Osman mengerang dengan
Read more