Kaleb memotong dengan dingin, "Belum. Kamu belum beri tahu aku satu hal yang paling penting.""Apa itu?" tanya Naufal dengan suara bergetar."Lokasi keberadaan Hardy," balas Kaleb.Naufal membeku dan wajahnya makin pucat hingga hampir tak menyisakan warna. Dia berkata dengan cepat, "Aku nggak tahu, aku sumpah. Dia terus berpindah-pindah, bahkan Osman ...."Kaleb menyipitkan matanya. "Osman?"Mata Naufal membelalak. Dia menyadari semuanya sudah terlambat, dia sudah berbicara terlalu banyak.Kaleb bertanya sambil tersenyum licik, "Kamu kenal dia? Tentu saja. Kalian saling kenal.""Nggak, Pak Kaleb. Aku nggak mengenalnya. Aku sumpah, aku nggak berbohong," kata Naufal dengan tergagap-gagap sambil mundur ketakutan."Dia jauh lebih menjijikkan daripada Bara," kata Kenny sambil melangkah mendekat. Kali ini, tangannya menggenggam sebuah tongkat bisbol besi dengan santai.Beberapa pria yang sejak tadi berjaga di luar ruangan pun kini ikut masuk dengan membawa alat yang berbeda.Sambil memberi i
Mehr lesen