Dua bulan telah berlalu sejak badai besar itu meluluhlantakkan fondasi hidup Jolina. Waktu, meski tak benar-benar menyembuhkan luka, setidaknya telah mengubah bentuk rasa sakit itu menjadi sesuatu yang lebih keras dan tajam. Jolina tidak lagi bangun dengan tangisan di pagi hari. Ia tidak lagi menatap cermin dengan pandangan seorang korban. Rambutnya kini sering ia ikat kencang, menonjolkan garis rahangnya yang tegas, dan matanya kini memancarkan keberanian yang dingin—sebuah transformasi yang lahir dari abu penderitaannya. Meski ia masih bergantung pada perlindungan Felix, Jolina bukan lagi "boneka" yang hanya bisa menunggu. Ia belajar untuk mengamati, belajar untuk diam, dan belajar untuk memahami dunia gelap suaminya. Anehnya, selama dua bulan terakhir, dunia seolah memberikan gencatan senjata yang tidak terduga. Tak ada lagi teror dari Oliver, tak ada lagi gangguan dari ayahnya, Roberson. Segalanya tampak tenang, namun Jolina tahu, ketenangan di duni
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya