Mansion keluarga Benharg berdiri angkuh di atas perbukitan, sebuah monumen kemegahan yang dibangun di atas tumpukan rahasia dan pilih kasih. Namun, bagi Felix, setiap jengkal tanah di sini adalah pengingat akan luka lama yang tak pernah mengering. Ia melangkah masuk seorang diri, tanpa pengawal di sisinya, karena ia tahu bahwa di tempat ini, ia sendiri adalah ancaman yang paling nyata. Sebelum berangkat, Felix telah memerintahkan barikade keamanan tingkat tinggi di rumah sakit. Ia menitipkan Jolina pada sepuluh penjaga terbaiknya dan pelayan setianya. "Jika terjadi sesuatu padanya, jangan repot-repot meminta maaf. Mati saja kalian bersamanya," pesannya sebelum pergi. Kini, ia berdiri di ruang tamu utama yang luas. Ayahnya, sang kepala keluarga yang sombong, duduk di kursi kebesarannya. Ibunya yang selalu memandang rendah Felix berada di sampingnya, sementara Oliver—si anak emas yang licik—bersandar di pilar sambil memainkan gelas kristalnya dengan senyum meremehk
Terakhir Diperbarui : 2026-01-07 Baca selengkapnya