Tuan Tua Dongji menghela nafas. "Huh, Ares...selesaikan dengan cepat. Jangan siksa mereka terlalu lama," ucap Tuan Tua Dongji dengan penuh wibawa. Ares sedikit cemberut. “Kakek, pria tampan ini sedang bersenang-senang! Tunggu sebentar lagi, ya,” ucap Ares dengan sikap santai, bertingkah layaknya bocah nakal. "Baiklah, terserah kamu saja," ucap Tuan Dongji sambil mengibaskan tangannya, tampak tak peduli. Saat Tuan Tua Dandi melihat kedekatan Ares dengan Tuan Tua Dongji, sebuah ide tiba-tiba terlintas di benaknya. “Tuan Tua Dongji, aku mohon padamu… tolonglah, mintalah Tuan Muda Ares melepaskan kami,” ucap Tuan Tua Dandi dengan nada penuh permohonan. “Yoo… jadi kau ingin meminta kakekku turun tangan?” ejek Ares dengan senyum meremehkan. Ares menoleh santai ke arah Tuan Tua Dongji. “Kakek, apa kamu ingin memohon untuk mereka?” Tuan Tua Dongji
続きを読む