Menyadari tatapan Ares yang tertuju ke arah Tantenya, Stevani mengambil inisiatif memperkenalkan. "Sayang, ini tanteku... namanya Siksa!" Ares tersenyum tipis, lalu berkata. "Halo, Tante Siska... anda Tantenya Stevani yang di teleponnya malam kemarin kan?" ucap Ares memastikan. Tante Siska tak menjawab, dia hanya menatap Ares dengan tatapan terpana. Stevani menyenggol tantenya itu untuk menyadarkannya. Tante Siska tersadar, dan buru-buru menjawab. "Eh... i-iya, tuan... itu saya!" ucapnya dengan nada terbata-bata, dia menjadi gugup setelah berhadapan langsung dengan Ares. Ares tentu saja menyadari kegugupan wanita itu. "Tante Siska santai saja, gak perlu gugup seperti itu," ucap Ares dengan nada ceria sambil melangkah menghampiri sofa, lalu duduk. "Ayo, duduk!" perintah Ares kepada Tante Siska dan Stevani. Setelah menyadari bahwa Ares adalah pria yang sangat santai, kegugupan Tante Siska perlahan memudar hingga akhirnya menghilang sepenuhnya."Tante Siska, apa an
続きを読む