Tubuh Acha sontak membeku. Ia masih terbaring di lantai marmer itu, sementara Elvano berada tepat di atasnya, setengah tubuh pria itu menopang di satu tangannya, menahan beban agar tidak benar-benar menindihnya.Satu tangan yang lainnya berada di belakang kepala Acha, nampak sengaja melindunginya dari benturan saat terjatuh tadi.Dada Acha naik turun cepat. Napasnya terasa cekat saat ia bisa merasakan embusan napas Elvano yang menyapu pelan kulit wajahnya.Untuk beberapa detik, tak ada yang bergerak. Tatapan keduanya saling mengunci. Dan, entah kenapa … Acha justru lupa bagaimana caranya berpaling.“Eh, oh my God!” Suara lantang itu langsung memecah suasana. Acha dan Elvano refleks menoleh bersamaan. Dina, Celine, dan Raka sudah berdiri di ambang pintu balkon. Ekspresi mereka jelas salah paham.Dina dan Celine menutup mulut, mata mereka membulat sempurna. Sementara itu, Raka … sudah menunduk sambil memijat kening, seolah tidak sanggup melihat drama itu di depan mata.“APA YANG KALI
Read more