Malam itu, Acha benar-benar kesulitan untuk tidur, meski dirinya berganti posisi entah sudah yang ke berapa kali di atas kasurnya. Sesekali menarik selimut sampai dagu, lalu beberapa menit kemudian membuangnya lagi karena merasa gerah sendiri, padahal AC di kamarnya menyala dengan suhu normal. Masalahnya, hanya pada kepalanya yang terasa terlalu penuh untuk diajak istirahat.Ia terlalu memikirkan fakta tentang Widya yang ternyata ibunda dari sang atasan, sampai pesan terakhir Widya yang seolah terus berputar-putar di kepalanya.Bagaimana mungkin, ia benar-benar dijodohkan dengan Elvano?“Astaga …,” gerutunya, nyaris frustrasi, sambil menutup wajah dengan kedua tangan.Ponselnya yang sedari tadi tergeletak di samping kasur akhirnya kembali ia ambil.Daripada kesulitan tidur, sepertinya ia perlu melampiaskan kegundahan hatinya. Tanpa pikir panjang, Acha langsung melakukan video call grup bersama sahabatnya.
Read more