Michel tiba-tiba melangkah cepat, tangannya langsung meraih pergelangan tangan Noah.“Ayo, duduk saja,” katanya dipaksakan, senyumnya tegang. “Tidak perlu dilanjutkan.”Belum sempat Elena bereaksi, Noah sudah menepis tangan Michel dengan satu gerakan singkat namun tegas. Tatapannya terangkat, tajam dan dingin, langsung ke wajah Michel tanpa ampun.“Jangan sentuh aku,” ucap Noah rendah.Michel membeku. Warna wajahnya memudar, nyalinya langsung mengempis. Ia menarik tangannya, tertawa kecil lalu mundur beberapa langkah.“Baik, baik,” gumamnya.Tanpa menoleh lagi, Michel berjalan menjauh ke arena lain. Stik golf diayunkannya keras ke bola hingga bunyinya terdengar kasar, jelas untuk menutupi rasa kesalnya.Noah kembali menoleh pada Elena. Nada suaranya berubah, jauh lebih tenang.“Buka kaki mu lebih lebar.”Ia berdiri di belakang Elena, menjaga jarak sepersekian detik, lalu dengan hati-hati membetulkan posisi kakinya. Tangannya menyentuh ringan pergelangan Elena, mengarahkan sudut stik.W
Last Updated : 2026-01-27 Read more