แชร์

Bab 40

ผู้เขียน: Phoenixclaa
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-06 23:35:16
“Selamat malam para tamu terhormat! Kita akan memulai acara utama kita Lelang Amal Asterion 2026!” suara Mc menggema menarik perhatian.

Elena mendorong lengan Noah menjauh, dan memperbaiki posisi duduknya.

Lampu panggung mulai menyorot berbagai koleksi mahal yang dipamerkan.

Perhiasan berlian langka, Llukisan pelukis Eropa era 1800-an, batu permata unheated yang jarang ditemukan, wine vintage koleksi tua, dan bahkan sebuah ledger book antik milik seorang saudagar Belanda zaman colonial yang menj
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   148 (Wanita Pecundang)

    Inara langsung tersenyum penuh kemenangan begitu melihat ekspresi Nyonya Garli. Wanita itupun buru-buru melangkah mendekat sambil melipat tangan di dada.“Ituuu nek, yang sudah menggoda Tuan Noah juga.” Ucap Inara di sertai tatapan penuh penghinaan.“Dasar wanita murahan. Baru beberapa hari lalu menggoda Noah sekarang sudah menggoda pria lain juga.” sindirnya sambil melirik Arga sinis. “Memang kelasnya cuma begitu.” Lanjutnya sinis.DEGG.Rahang Arga langsung mengeras, Elena juga tampak menahan emos.Namun sebelum suasana semakin memanas, Nyonya Garli mendadak berjalan mendekat. Gerakannya elegan namun tegas hingga semua orang otomatis diam.Wanita tua modis itu lalu melangkah perlahan mendekati Elena.Tok.Tok.Tok.Suara hak sepatu mahalnya menggema di seluruh café membuat Elena tanpa sadar menelan ludah gugup, tatapan Nyonya Garli sulit dibaca.Sementara Inara langsung tersenyum puas karena mengira nenek Noah itu, akhirnya benar-benar marah.“Nenek memang harus memberi pelajaran pa

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 148 (Godaan Arga)

    “Diamlah.” bisik Arga tenang. “Sebentar lagi selesai.”Tatapan Elena langsung goyah. Arga membuka tutup kecil salep di tangannya lalu mengoleskannya sangat pelan ke bekas merah di leher Elena.Sentuhan jarinya begitu hati-hati.“Ah…” Elena refleks mengernyit kecil. Arga justru meniup bagian leher wanita itu perlahan setelah mengoleskan salep.“Mhh…” Elena spontan mendesah geli kecil hingga bahunya ikut bergetar dan sialnya…suara kecil itu justru membuat tatapan Arga berubah lebih dalam.Senyum miring tipis muncul di bibir pria itu, “Dasar…” gumamnya pelan sebelum menjentik dahi Elena lembut. “Tahanlah.”“Elena langsung manyun kesal sambil memegangi dahinya. “Sakit tahu.”Tapi Arga malah tertawa kecil lalu mulai memasangkan syal tadi perlahan di leher Elena hingga bekas merah itu tertutup sempurna.Gerakan pria itu sangat dekat, bahkan Elena bisa mencium samar aroma parfum Arga yang menenangkan berbeda jauh dengan milik Noah yang terlalu menusuk di hidung.Setelah selesai, Arga tidak l

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 147 (Kecemburuan Arga)

    “Om Noah, lihat ini!” seru Lexia lagi dengan antusias sambil memperlihatkan boneka kecil di dalam rumah-rumahan.Noah menatap sekilas lalu mengangguk pelan.“Hm. Bagus.” Jawabnya lembut.Lexia tersenyum puas lalu kembali sibuk bermain.Beberapa saat kemudian Noah akhirnya bangkit dari sofa lalu berjalan mendekat. Pria itu ikut duduk di lantai tepat di samping Lexia, membuat anak kecil itu sedikit melongo karena bahkan Arga saja jarang benar-benar mau duduk bermain boneka bersamanya karena ia terlalu sibuk.Namun Noah terlihat santai. Pria itu mengambil satu miniatur mobil kecil lalu menjalankannya pelan di atas karpet.Lexia langsung tertawa kecil melihatnya.“Om Noah…” panggil anak itu tiba-tiba.“Hm?”“Kau ternyata tidak terlalu menyebalkan.”Noah sampai terkekeh rendah.“Pujian yang bagus.”Lexia tersenyum bangga sendiri. Tatapan Noah kemudian perlahan berubah lebih dalam saat melihat wajah anak kecil itu lebih dekat.Semakin lama…semakin ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.Ben

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 146 (Menyalurkan Hasrat Lama)

    “AH!” Elena langsung terkejut saat Noah tiba-tiba menarik tubuhnya kuat ke atas. Dalam satu gerakan cepat, pria itu mengangkat Elena ke dalam gendongannya.“Noah!” Elena membelalak kaget sambil refleks memegang bahu pria itu erat.Karena posisinya benar-benar mendadak, kedua kaki Elena otomatis melingkar di pinggang Noah agar tidak jatuh. Cardigan tipis yang dipakainya tersingkap memperlihatkan paha putih mulusnya makin jelas.Noah justru terlihat sangat puas. Senyum tipis penuh kemenangan muncul di bibir tampannya saat kedua tangannya menopang paha Elena erat.“Turunkan aku!” bisik Elena panik sambil melirik ke arah pintu.Tapi Noah malah berjalan santai membawa Elena menjauh dari ruang depan menuju tangga ke lantai dua rumah.Semakin Elena berontak, semakin juga Noah bersemangat dan mendekatkan wajahnya ke leher Elena hingga napas hangat pria itu menyapu kulit putih wanita tersebut perlahan.“Aku suka dia tahu kau sedang bersamaku.”DEGG.“Elena langsung memukul bahu Noah pelan. “Ka

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   145 (Tamu Tak Di Undang)

    Inara langsung mengulurkan tangannya ke arah Noah dengan wajah memelas. Air matanya menggantung di ujung mata, bibirnya bergetar seolah ia benar-benar korban paling menyedihkan di sana.“Noah…” lirihnya pelan sambil mencoba meraih tangan pria itu. “Aku sakit…”Tapi langkah Noah sama sekali tidak berhenti. Semua orang langsung terdiam saat pria itu melewati Inara begitu saja tanpa melirik sedikit pun. Bahkan tatapannya tidak turun padanya sedetik pun, seolah wanita itu hanyalah udara kosong yang tidak penting.Aura Noah Blackwood terasa terlalu dingin dan menekan saat ia berjalan lurus ke arah Elena. Sepatu kulit hitam mahalnya berhenti tepat di depan wanita itu. Tubuh tinggi pria tersebut langsung menutupi Elena dari pandangan banyak orang. Rahangnya mengeras, mata gelapnya turun perlahan ke pipi Elena yang masih memerah bekas tamparan.Beberapa saat kemudian…Noah mengangkat tangannya perlahan. Semua pegawai café sampai menahan napas.Karena pria yang terkenal kejam, dingin, dan bahka

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   144 (Perkelahian Panas)

    Arga mengalihkan rasa gugupnya dengan diam. Elena sendiri bersikap tak terjadi apa-apa dan sibuk menghabiskan sup buatan Arga yang terasa menghangatkan kepalanya. Sementara Arga duduk di seberangnya sambil sesekali memperhatikan wanita itu diam-diam.Sudah empat tahun.Empat tahun terakhir…Arga selalu ada di sisi Elena. Menemani saat wanita itu hancur setelah kehilangan Alex. Menjaga Lexia seperti anaknya sendiri. Menjadi tempat Elena bersandar meski tidak pernah meminta balasan apa pun dan justru karena itulah…Arga makin takut kehilangan Elena sekarang.“El.” Panggil Arga lembut.“Hm?” Elena mendongak sambil menyendok supnya lagi.Arga terdiam beberapa detik sebelum akhirnya bicara pelan.“Kalau…pernikahan pura-pura kita disahkan saja bagaimana?”DEGG.Sendok di tangan Elena langsung berhenti di udara. Arga mencoba tersenyum tipis meski jelas ada kegugupan di matanya.“Noah cepat atau lambat pasti akan mencari tahu tentang kita.” lanjutnya tenang. “Dan kalau sampai dia tahu semuanya

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 48

    Di depan Elena, Michel berdiri dengan tangan di pinggang, wajah merah padam, dan banyak krim kue menempel berantakan di bagian dada gaunnya.“Kauuuu… apa yang kau lakukan, Elena?!” bentak Michel, suaranya naik satu oktaf.Elena tersentak. “M–maaf! Aku benar-benar tidak sengaja!”Ia buru-buru menari

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 47

    Michel mendorong bahu Elena dengan keras hingga tubuh Elena tersentak mundur dan hampir kehilangan keseimbangan.Pegangan Michel kemudian mencengkeram kedua bahu Elena begitu kuat, membuat Elena meringis menahan sakit.“Setelah ini,” bisik Michel dengan senyum tipis yang kejam, “kau harusnya lebih

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 46

    Elena langsung memotong, takut Noah membuka mulut sembarangan.“Ini minumlah, aku sengaja sudah buatkan sup pengar untuk meredakan kepalamu yang pusing.”Noah meliriknya tajam… tapi menerima sup itu tanpa protes.Di tengah sarapan, Harli tiba-tiba meletakkan sendok.“Noah. Hari ini kau bawa Elena k

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 45

    Malam harinya, di rumah megah itu, Elena lagi-lagi sendirian.Harli pergi entah ke mana dan jujur saja, Elena sangat senang karena tidak perlu mencari ide menghindarinya.Ia mendesah panjang sambil menatap langit-langit kamar.“Bagaimana kalau aku menikmati malam di balkon…?” gumamnya.Terakhir kal

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status