Share

Bab 40

Author: Phoenixclaa
last update publish date: 2026-02-06 23:35:16
“Selamat malam para tamu terhormat! Kita akan memulai acara utama kita Lelang Amal Asterion 2026!” suara Mc menggema menarik perhatian.

Elena mendorong lengan Noah menjauh, dan memperbaiki posisi duduknya.

Lampu panggung mulai menyorot berbagai koleksi mahal yang dipamerkan.

Perhiasan berlian langka, Llukisan pelukis Eropa era 1800-an, batu permata unheated yang jarang ditemukan, wine vintage koleksi tua, dan bahkan sebuah ledger book antik milik seorang saudagar Belanda zaman colonial yang menj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 146 (Menyalurkan Hasrat Lama)

    “AH!” Elena langsung terkejut saat Noah tiba-tiba menarik tubuhnya kuat ke atas. Dalam satu gerakan cepat, pria itu mengangkat Elena ke dalam gendongannya.“Noah!” Elena membelalak kaget sambil refleks memegang bahu pria itu erat.Karena posisinya benar-benar mendadak, kedua kaki Elena otomatis melingkar di pinggang Noah agar tidak jatuh. Cardigan tipis yang dipakainya tersingkap memperlihatkan paha putih mulusnya makin jelas.Noah justru terlihat sangat puas. Senyum tipis penuh kemenangan muncul di bibir tampannya saat kedua tangannya menopang paha Elena erat.“Turunkan aku!” bisik Elena panik sambil melirik ke arah pintu.Tapi Noah malah berjalan santai membawa Elena menjauh dari ruang depan menuju tangga ke lantai dua rumah.Semakin Elena berontak, semakin juga Noah bersemangat dan mendekatkan wajahnya ke leher Elena hingga napas hangat pria itu menyapu kulit putih wanita tersebut perlahan.“Aku suka dia tahu kau sedang bersamaku.”DEGG.“Elena langsung memukul bahu Noah pelan. “Ka

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   145 (Tamu Tak Di Undang)

    Inara langsung mengulurkan tangannya ke arah Noah dengan wajah memelas. Air matanya menggantung di ujung mata, bibirnya bergetar seolah ia benar-benar korban paling menyedihkan di sana.“Noah…” lirihnya pelan sambil mencoba meraih tangan pria itu. “Aku sakit…”Tapi langkah Noah sama sekali tidak berhenti. Semua orang langsung terdiam saat pria itu melewati Inara begitu saja tanpa melirik sedikit pun. Bahkan tatapannya tidak turun padanya sedetik pun, seolah wanita itu hanyalah udara kosong yang tidak penting.Aura Noah Blackwood terasa terlalu dingin dan menekan saat ia berjalan lurus ke arah Elena. Sepatu kulit hitam mahalnya berhenti tepat di depan wanita itu. Tubuh tinggi pria tersebut langsung menutupi Elena dari pandangan banyak orang. Rahangnya mengeras, mata gelapnya turun perlahan ke pipi Elena yang masih memerah bekas tamparan.Beberapa saat kemudian…Noah mengangkat tangannya perlahan. Semua pegawai café sampai menahan napas.Karena pria yang terkenal kejam, dingin, dan bahka

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   144 (Perkelahian Panas)

    Arga mengalihkan rasa gugupnya dengan diam. Elena sendiri bersikap tak terjadi apa-apa dan sibuk menghabiskan sup buatan Arga yang terasa menghangatkan kepalanya. Sementara Arga duduk di seberangnya sambil sesekali memperhatikan wanita itu diam-diam.Sudah empat tahun.Empat tahun terakhir…Arga selalu ada di sisi Elena. Menemani saat wanita itu hancur setelah kehilangan Alex. Menjaga Lexia seperti anaknya sendiri. Menjadi tempat Elena bersandar meski tidak pernah meminta balasan apa pun dan justru karena itulah…Arga makin takut kehilangan Elena sekarang.“El.” Panggil Arga lembut.“Hm?” Elena mendongak sambil menyendok supnya lagi.Arga terdiam beberapa detik sebelum akhirnya bicara pelan.“Kalau…pernikahan pura-pura kita disahkan saja bagaimana?”DEGG.Sendok di tangan Elena langsung berhenti di udara. Arga mencoba tersenyum tipis meski jelas ada kegugupan di matanya.“Noah cepat atau lambat pasti akan mencari tahu tentang kita.” lanjutnya tenang. “Dan kalau sampai dia tahu semuanya

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 143 (Kabar Buruk)

    Sementara itu di dalam kamar…Suasana masih terasa panas meski pintu sudah tertutup sejak beberapa menit lalu.Elena perlahan menurunkan selimut yang tadi menutupi tubuhnya. Wajah wanita itu sudah memerah entah karena malu, panik, atau kesal akibat ulah Noah yang benar-benar keterlaluan.“Kamu sengaja, ya?” Elena langsung menatap Noah tajam. “Kenapa membiarkan mereka masuk?!”Noah yang masih bersandar santai di headboard hanya memiringkan kepala sedikit sambil menatap Elena tanpa rasa bersalah sedikit pun.“Mereka sudah terlanjur datang.”“Itu bukan alasan!” Bantah Elena kesal disusul dengan ia memukul dada pria itu pelan karena gemas. Namun Noah justru menangkap pergelangan tangannya lagi lalu menarik tubuh Elena mendekat tanpa kesulitan.“Elena…” suara Noah rendah. “Kau tadi memelukku sendiri.”DEGG.Wajah Elena langsung makin panas mengingat bagaimana refleksnya tadi saat Inara masuk.“A-aku cuma panik!” elaknya kesal.“Tapi aku suka.” Bisik Noah hangat.“Noah!”Pria itu tertawa pel

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 142 (Inara)

    Noah masih menahan kedua pergelangan tangan Elena di depan tubuh wanita itu, membuat Elena sulit bergerak apalagi melarikan diri.“Noah… cukup…ada orang diluar.” napas Elena mulai tidak teratur saat pria itu kembali mendekat.Namun Noah seperti tidak mendengar. Pria itu justru menunduk perlahan, mengecup bahu Elena yang lembut dengan bibir panasnya. Sentuhan itu membuat tubuh Elena langsung menegang.“Noah, ah…” Elena refleks menghentakkan tubuhnya geli ketika Noah sengaja menggigit kecil kulit bahunya lalu meninggalkan bekas kemerahan di sana.Tatapan Noah langsung menggelap menikmati reaksi itu.“Kau terlalu sensitif…” bisiknya rendah di telinga Elena.“Noah, berhenti…” Elena mencoba menarik tangannya, namun pria itu malah makin erat menahannya.Kecupan Noah berpindah perlahan ke leher Elena. Napas hangat pria itu menyapu kulit putih wanita itu sebelum kembali meninggalkan jejak kemerahan lain di sana. Tangannya mengusap pinggang Elena pelan seolah menikmati setiap reaksi kecil yang

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 141 (Terjebak Di Ranjang Mantan)

    Cairan wine itu mengalir paksa melewati bibir Elena.“UGH…khh…” Elena langsung terbatuk hebat, namun Noah tidak berhenti. Tangan besarnya mencengkeram rahang Elena kuat sementara gelas kristal itu terus dimiringkan hingga tetes terakhir habis.“Noah…berhenti…!” Pekik Elena menahan bahu kekar mantan pacarnya itu. Namun pria itu justru menatap Elena tanpa berkedip. Tatapannya gelap, liar, dan penuh obsesi.Baru setelah gelas itu kosong, Noah melepaskannya perlahan.BRAK!Elena langsung mendorong dada Noah sekuat tenaga hingga pria itu sedikit mundur. Elena berdiri sempoyongan sambil memegangi lehernya yang terasa panas.“Apa…yang kau berikan padaku?” suaranya gemetar marah.Noah malah tersenyum tipis. Pria itu mendekat lagi. Jari-jarinya yang panjang menyelip lembut ke rambut Elena, membelainya penuh rasa memiliki.“Hanya sesuatu…” bisiknya rendah di dekat wajah Elena. “Untuk membuat tubuhmu jujur.”DEGGG.Elena langsung menepis tangan Noah dan berlari menuju pintu. Namun saat ia memuta

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 76

    Saat Elena akhirnya memutuskan untuk jujur saja, dan mulai ingin melanjutkan ucapannya.Tiba-tiba sebuah tangan lembut namun kuat mencengkeram lengannya.“Cukup.”Suara itu datang dari Jenni, istri Robby.Meski wajah Jenni tampak garang, dengan eyeliner tebal dan raut judes, namun justru dialah yan

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 74

    Elena berdiri di hadapan Harli sambil menggenggam jemarinya sendiri yang penuh keringat dingin, ruangan itu terasa terlalu sempit untuk bernapas.Harli lalu bangkit, mendekat, menelusuri wajah Elena dengan tatapan liar yang membuat lutut Elena langsung melemah.“Kalau kau belum siap,” ucap Harli da

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 73

    Bisikan Michel membekas dingin di tengkuk Elena.Namun justru karena itulah Elena menyadari, jika Michel-lah yang berusaha menjebaknya sejak awal.Elena mengerjap, lalu tanpa pikir panjang ia mengejar Michel yang baru berjalan beberapa langkah ke depat.Ia segera mendekat dan menarik tangan Michel

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 72

    Sementara itu di luar…Harli sedang mencari Elena sambil tertawa dengan beberapa pria lain. Namun seorang pelayan tiba-tiba mendekat dengan gelisah.“T-Tuan Harli… saya tadi melihat Nona Elena menggoda dua pria muda dan masuk ke salah satu kamar. Mungkin… mungkin dia sedang bersenang-senang, Tuan.”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status