‘Mau sampai kapan aku disuruh berdiri di sini? Apa mereka tidak bisa bicara sambil duduk?’ keluh Reina di dalam hati.Gadis itu cukup yakin perdebatan ini tidak akan selesai dalam waktu singkat. Ia menggeser tumpuan berat tubuhnya sedikit, mencoba mengurangi pegal di kakinya tanpa menarik perhatian. Meski senyum tipis masih dipaksakan menghias wajahnya,tetapi sudut bibirnya mulai terasa kaku dan mati rasa.Di tengah ketegangan yang menyesakkan, Reina menilai, ucapan Hugo memang tidak dapat dibenarkan. Namun, melihat bagaimana Douglas dan Matilda tanpa ragu menyudutkan keponakan mereka sendiri di depan banyak orang, baginya itu juga bukan tindakan yang patut dipuji.Lantas, apa bedanya sikap mereka dengan Hugo?Sebelum Reina sempat menilai lebih jauh, suara dingin Hugo kembali membelah keheningan, mengabaikan tatapan mematikan dari seluruh penjuru ruangan. “Paman Douglas, Bibi Matilda,” panggil Hugo dengan nada rendah yang angkuh.Lengannya merangkul pinggang Reina dengan erat, menarik
Read more