Evan menuruni tangga rumahnya dengan langkah lebar, meski setiap hentakan kakinya mengirimkan rasa nyeri yang menusuk ke area luka di perutnya. Wajahnya tegang, rahangnya mengeras, dan tatapannya lurus ke depan seolah sudah mengunci target.Di depan teras, sebuah SUV hitam sudah menyala, dikawal oleh dua mobil pengaman lainnya. Lavina yang kebetulan sedang berada di taman samping, tersentak melihat cucunya keluar dengan terburu-buru."Evan! Evan, mau ke mana kamu?!" teriak Lavina sambil berlari kecil mengejarnya.Evan tidak berhenti. Ia terus berjalan menuju mobil. Namun, Lavina berhasil meraih lengan Evan tepat sebelum pria itu membuka pintu kemudi."Lepaskan, Nek. Aku harus pergi sekarang," ucap Evan tanpa menoleh."Lihat dirimu, Evan! Wajahmu masih pucat, perbanmu bahkan mungkin sudah rembes darah lagi. Kau mau bunuh diri?" Lavina mencengkeram lengan jas Evan dengan kuat, berusaha menahan langkahnya.Evan menoleh, matanya berkilat penuh d
Last Updated : 2026-01-21 Read more