Aroma kaldu ayam dan sayuran rebus memenuhi ruangan VVIP saat seorang pramusaji rumah sakit meletakkan nampan makanan di atas meja nakas. Alice segera bangkit, menyiapkan posisi meja lipat di atas brankar agar Evan bisa makan dengan nyaman."Sini, biar aku suapi," ucap Alice lembut. Ia menyendokkan nasi lembek dan potongan daging kecil ke arah Evan.Evan menerima suapan itu, namun matanya tidak pernah lepas dari wajah Alice. Sorot matanya sangat intens, mengikuti setiap gerakan bibir dan kedipan mata istrinya. Alice yang merasa diperhatikan secara berlebihan mulai merasa salah tingkah. Pipinya memanas, dan tangannya sedikit gemetar saat memegang sendok."Kenapa kau melihatku seperti itu? Makanlah yang benar," tegur Alice pelan, berusaha mengalihkan pandangan.Evan menelan makanannya, lalu menyandarkan punggungnya ke bantal dengan gaya yang santai, hampir terlihat menggoda. "Alice, aku sedang berpikir. Karena ingatanku masih banyak yang bolong, ada satu ha
Read more