Suasana di lobi kediaman Nathaniel berubah menjadi komando tempur dalam hitungan detik. Zavian mengenakan jaket taktis hitamnya, sementara Rico memeriksa magasin senjatanya dengan cekatan. Cahaya lampu lobi yang putih bersih memantul pada logam dingin senjata mereka."Pa, aku ikut. Ini juga tentang Alice dan keluarganya!" tegas Evan, langkahnya tertahan oleh tangan Zavian yang terangkat di depan dadanya."Tidak, Evan. Kau tetap di sini," ujar Zavian dengan nada yang tidak bisa dibantah. "Musuh ini tahu celah kita. Jika aku dan Rico pergi, rumah ini kehilangan pertahanan utamanya. Jaga Alice. Dia adalah target utama dari semua konspirasi ini. Jika aku tidak kembali, kau tahu di mana dokumen pelimpahan kekuasaan itu berada.""Tuan muda, aku...." Rico mencoba bicara, namun Evan memotongnya dengan tatapan tajam."Jaga ayahku, Rico. Jika terjadi sesuatu padanya, kau yang bertanggung jawab," desis Evan.Zavian menatap Alice sejenak, sebuah tatapan yang p
Last Updated : 2026-02-23 Read more