"Siapa Sarah, Evan? Apa maksudmu dia membunuh orang tuaku?" suara Alice bergetar, matanya menuntut jawaban.Evan menggeleng cepat, lalu meraih kedua tangan istrinya yang dingin. "Bukan apa-apa, sayang. Kau salah dengar. Itu hanya kasus lama di kantor soal penggelapan aset yang sedang dibahas Papa.""Tapi kau menyebut nama Sarah dan kunci!" desak Alice dengan air mata yang mulai menggenang."Hanya kemiripan nama, Alice. Percayalah padaku, tidak ada apa-apa. Ayo, kembali tidur," bisik Evan sambil membimbingnya masuk, berusaha keras menyembunyikan badai yang sedang berkecamuk di dalam dadanya.Evan menarik napas panjang, berusaha menstabilkan detak jantungnya yang berpacu. Ia menuntun Alice untuk duduk di pinggir ranjang, lalu berlutut di depan istrinya agar mata mereka sejajar. Ia menggenggam jemari Alice yang gemetar hebat."Tarik napas, Alice. Tenanglah," bisik Evan lembut.Alice menggeleng, tatapannya kosong seolah ia sedang ditarik kembali
Read more