Setelah Dian pergi, Lana tersenyum dan melambaikan tangan padanya, lalu menoleh ke Dimas dengan senyum menggoda.“Yah, Tuan Selebriti,” katanya sambil menyenggolnya ringan dengan siku, “siap balik lagi ke kuliah yang ngebosenin dan dosen yang nggak peduli kamu model Nike atau bukan?”Dimas tertawa. “Hei, aku masih mahasiswa, ingat? Ketenaran bisa nunggu.”Mereka mulai berjalan bersama menuju ruang kuliah. Lana membawa sandwich setengah dimakannya di satu tangan, menggigitnya sesekali saat mereka berjalan.“Kamu tahu,” kata Dimas sambil nyengir, “kalau kamu nerima tawaran Dian, kamu mungkin udah jadi supermodel. Bisa jadi bintang sinetron.”Lana memutar mata dan terkikik. “Tolong deh. Aku? Supermodel? Aku aja susah berdiri diam buat foto tanpa kedip.”“Kamu udah setengah jalan, tahu. Tinggi, cantik, elegan, dan sekarang ditemukan aktris terkenal.”Lana menggeleng sambil tersenyum. “Makasih, tapi aku selalu pengin sesuatu
Read more